Selama 2 Malam, Langit Sumsel Berdentum
Masyarakat di Kota Palembang dan Sumsel dihebohkan dengan adanya suara dentuman diatas langit pada, Senin (24/12) malam. Mendengar suara yang cukup
SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Masyarakat di Kota Palembang dan Sumsel dihebohkan dengan adanya suara dentuman diatas langit pada, Senin (24/12) malam. Mendengar suara yang cukup keras tersebut membuat warga penasaran hingga keluar rumah untuk mencari tahu apa penyebabnya. Namun, setelah dicek warga keluar rumah ternyata tak terjadi apa-apa dan kondisi alam pun tetap normal.
Tak hanya di Palembang, suara aneh tersebut juga diaku warga terjadi hampir di sebagian wilayah Sumsel khususnya yang bermukim di wilayah OKU (Baturaja, OKU Timur dan OKU Selatan).
Berita Lainnya:
• Awas! Gunung Anak Krakatau Terus Keluarkan Letusan, Warga Pulau Sebesi Dievakuasi
• BNPB Menegaskan Gunung Anak Krakatau Tetap Berstatus Waspada
Suara dentuman itu pun diklaim tak hanya satu kali terdengar, suara aneh itu juga menggelegar pada malam sebelumnya alias dua malam berturut-turut.
"Kalau di Palembang sudah dua malam kedengaran suara itu, sekitar jam 12 malam suara itu selalu terdengar. Seperti geledek suaranya, tapi tidak ada petirnya," ujar Adi Purna warga Palembang, Selasa (25/12).
Senada, Anugrah Ramadan warga Sukarami lainnya mengaku suara dentuman jelas sekali terdengar. Ia mengibaratkan, kerasnya suara itu layaknya seperti bom yang dilemparkan dalam peperangan. "Di Sukarami Minggu malam juga ada suara seperti itu, bunyinya kaya suara bom saking besarnya," ujarnya.
Sementara Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Kenten (BMKG) Palembang mengaku belum mendapatkan informasi geofisika terkait fenomena dentuman yang dikabarkan didengar oleh masyarakat terjadi di langit Sumsel.
Kasi Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut. BMKG Stageof Bengkulu sebagai Stasiun Pengamat Seismik atau kegempaan terdekat juga belum mengabarkan info lebih lanjut prihal dentuman yang didengar warga pada dini hari.
"Kami dari BMKG Stalking Palembang belum mendapatkan informasi terkait itu (dentuman), BMKG Bengkulu juga belum memberikan penjelasan," ujar Nandang.
Ia menjelaskan, terkait suara yang terdengar di langit sebagian wilayah Sumsel, analisis sementara tercatat dari pantauan citra Radar dan Satelit Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II Palembang tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara tersebut.
"Untuk pergerakan Vulkanologi dan Cincin Api Asia yang lebih berkompeten menyampaikan adalah Badan Geologi atau PVMBG. Bila ada kaitannya dengan Anak krakatau tersebut perlu narasi dari Pembuktian Ilmiah," ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya belum dapat memastikan apakah siaran dentuman ada kaitannya dengan bencana tsunami Selat Sunda yang dihasilkan dari anak gunung krakatau. Bila fenomena suara dentuman tersebut terkait cuaca, BMKG memastikan prakiraan suara itu dihasilkan dari awan CB (Cumulonimbus) yang ada di sekitar lokasi.
"Belum tahu dari anak krakatau atau bukan, jika faktor cuaca bisa jadi itu karena faktor awan CB. Karena fenomena awan CB bisa menghasikan surara guntur atau petir dari ari jarak yang cukup jauh," jelasnya.
BMKG Palembang juga mengimbau kepada wong kito untuk tetap tenang, jangan panik dan selalu waspada akan kondisi alam disekitar. Dalam kondisi seperti ini kerap kali banyak oknum yang memanfaatkan situasi untuk menyebarkan berita tidak benar alias hoax di media sosial. Apabila warga termakan informasi yang salah, dikhawatirkan dapat membuat masyarakat menjadi semakin panik.
"Kami imbau untuk warga agar tetap tenang dan jangan panik. Tetap waspada dengan kondisi alam sekitar rumah. WArga juga harus selalu cerdas dalam memverifikasi informasi yang didapat jangan mudah percaya," tegasnya. (oca/mg3)
===