KUNCI SURGA

MENCARI KUNCI SURGA DI SEKITAR KITA

Di dalam kehidupan keseharian kita, banyak sekali yang kita lupakan secara tidak sengaja padahal ada di sekitar kita

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Bahkan banyak anak-anak yatim dan anak-anak miskin yang tinggal di lingungan sekitar mereka, tetapi hatinya tidak tersentuh sama sekali untuk membantu atau mengasuh dan membinanya.

Padahal jika orang-orang kaya atau mampu benar-benar mengetahui akan fadhilah-fadhilahnya, mereka pasti akan berlomba memperhatikannya dengan berbagai cara.

Karena, dengan membantu para mereka-mereka ini, merupakan kunci untuk masuk ke surganya Allah SWT.

Disamping itu, fadhilah lain keutamaan membantu para fakir, membina dan mengasuh anak-anak yatim dan anak miskin antara lain selain sebuah kunci untuk masuk surga, adalah ;

Pertama, mereka akan senantiasa mendoakan, karena mereka merasa diperhatikan, apalagi diasuh dan dibina dengan diberi kesejahteraan sehingga mereka merasa tertolong dan mampu menjadi anak yang mandiri.

Kedua, harta benda, waktu dan tenaga yang diinfaqkan untuk mereka merupakan shodaqoh jariyah yang pahalanya tidak akan terputus meskipun yang bersangkutan telah tiada.

Lebih besar lagi amal seperti ini merupakan kunci untuk membuka pintunya surga.

Sedangkan fadhilah yang ke tiga, ialah mereka yang membantu fakir miskin bagaikan orang yang berjihat di jalan Allah, sama halnya seperti orang yang tidak pernah berhenti puasa dan sholat malam.

Bahkan orang-orang yang memelihara anak yatim dan menyantuni fakir miskin, kelak di dalam surga akan bersama Rosulullah SAW, sebagaimana sabdanya :"Saya dan orang-orang yang memelihara anak yatim dan menyantuni fakir miskin dengan baik, di dalam surga bagaikan dekatnya jari telunjuk dan jari tengah".

Wajar memang, karena ketidaktahuan dan tidak memahami betapa beratnya ancaman Allah SWT kepada orang-orang yang membiarkan para fakir, anak-anak yatim dan anak-anak miskin terlantar di antara mereka, lantas mereka acuh saja.

Bahkan masih bagus kalau hanya acuh saja, tapi terkadang mereka-mereka yang kaya harta, memiliki jabatan dan kedudukan ini bertindak melampaui batas terhadap mereka karena dianggapnya sampah masyarakat.

Masih mendingan pula tidak mereka usir dari lingkungan tempat tinggalnya.

Orang-orang kaya yang demikian sudah merasa dirinya berkuasa sehingga tinggi hati, karena tidak merasakan bagaimana kalau kemiskinan itu menipa diri mereka.

Jika umat Islam yang berada (kaya) masih banyak yang acuh kepada fakir, anak yatim dan anak-anak miskin, maka wajar kalau mereka banyak yang berkeliaran di jalan, di tempat-tempat umum dengan caranya masing-masing untuk mencari sesuap nasi.

Jangan salahkan sepenuhnya kepada mereka atau orang tuanya, bila kemudian mereka ini dituntun oleh sang "Juru Selamat", karena memang mereka perlu dan membutuhkan asuhan, pembinaan dan kesejahteraan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved