Jeratan Ekonomi Sampiran
Dalam berbagai tulisan di media massa, pakar ekonomi menguraikan ada 5 sumber gejolak baru ekonomi internasional
Jeratan Ekonomi Sampiran
Bahrul Ilmi Yakup
Ketua Asosiasi Advokat Konstitusi, Advokat dan Dosen Pascasarjana Universitas Jayabaya
Dalam berbagai tulisan di media massa, pakar ekonomi menguraikan ada 5 sumber gejolak baru ekonomi internasional, yaitu:
(1) peningkatan suku bunga internasional,
(2) peningkatan laju inflasi dunia,
(3) tingginya tingkat utang dunia usaha, perorangan, maupun pemerintah berbagai negara,
(4) kebijakan perdagangan sepihak Presiden Trump yang proteksionis dan bertentangan dengan aturan baku WTO,
dan (5) penurunan tarif pajak pendapatan di Amerika Serikat.
Level Fenomenologi
Pada level fenomenologi, uraian demikian nyaris sempurna tanpa cela.
Kesempurnaan demikian wajar, mengingat Anwar Nasution merupakan salah satu ekonom Indonesia temporer yang mumpuni.
Namun sayang, Nasution tidak memberi jawaban atas kerisauan saya yang berlatarbelakang non ekonomi terhadap ekonomi Indonesia yang ternyata begitu rapuh dan rentan.
Fundamental ekononomi Indonesia bagaikan buih di lautan, yang setiap saat berpotensi remuk dan berantakan.
Kondisi ekonomi Indonesia sangat kontras dengan kondisi ekonomi Cina atau Jepang yang nampak stabil dan berkesinambungan.
Cina dan Jepang nyaris tidak risau dengan urusan Quantitative Easing (QE).
Cina dan Jepang nyaris tidak pernah risau dengan penguatan kurs US Dollar terhadap Yen atau Yuan, sebaliknya Jepang dan Cina
mengharapkan Yen dan Yuan mengalami deprisiasi terhadap USD.
Karena itu, justru Amerika yang selalu khawatir akan muncul tindakan Jepang atau Cina melakukan devaluasi (penurunan) Yen atau Yuan dalam rangka mendorong ekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bahrul_20181011_154424.jpg)