News Video Sripo

Video Sehari Sedot 1 Ton Solar

Kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak ) bersubsidi yang terjadi belakangan ini ternyata penyebabnya adalah akibat ula

Penulis: Leni Juwita | Editor: Igun Bagus Saputra

Kemudian keluar dari area SPBU lalu kembali mengantre di PSBU yang sama dan kembali mengeccor BBM bersubsidi dengan cara mmebayar uang pelicin Rp 5000 sekali antre.

“ Setiap hari saya bisa mengantre beli solar subsidi sebanyak 12 kali, baik di SPBU yang sama maupun berpindah-pindah SPBU,” terang salah seorang pelaku seraya menambahkan hanya 2 SPBU saja yang tidak bisa dimasuki yakni SPBU UB dan SPBU Simpang Air Paoh.

Setelah kembali ke rumah bos para pengecor ini, semua solar dikeluarkan dan dimasukan kedalam jeriken yang berkapasitas sekitar 35 liter, penghasilan pelaku dibayar upah sebesar Rp 5000/jeriken.

Dalam satu hari pelaku berpenghasilan Rp sekitar Rp 150 ribu dibagi dua dnegan kernetnya. Pelaku menolak memberi informasi lanjutkan kemana sang bos mendistribusikan solar bersubsidi ini.

Sementara itu informasi dari sumber dikepolisian solar bersubsidi ini diduga dilepas kepada perusahaan industri yang ada di luar OKU.

Padahal perusahaan industri tidak boleh membeli BBM bersubsidi karena peruntukan BBM bersubsidi ini diperuntukan bagi masyarakat. Harga solar bersubsidi Rp 5.110/liter sedangkan solar non subsidi harganya hampir dua kali lipat solar bersubsidi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved