Berita Palembang

Petugas Pemadam Kebakaran Keluhkan Sulitnya Jangkau Lokasi Karena Pengendara Jalan Tidak Mau Ngalah

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Palembang mengeluhkan minimnya empati masyarakat khususnya pengendara.

Petugas Pemadam Kebakaran Keluhkan Sulitnya Jangkau Lokasi Karena Pengendara Jalan Tidak Mau Ngalah
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Mobil pemadam kemabaran yamg sering mendapatkan hambatan ketika sedang berdinas, Kamis (20/9) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Palembang mengeluhkan minimnya empati masyarakat khususnya pengendara.

Mobil pemadam kebakaran sering kali mendapat kesulitan lewat di jalan raya padahal kondisi sedang genting, karena pengendara di jalan tidak ingin mengalah dan seolah tidak mengerti.

Sekretaris DPKPB, Alhidir mengatakan petugasnya sering mendapat hambatan menuju lokasi kejadian kebakaran saat hendak di perjalanan karena pengendara yang tidak mau mengalah.

Baca: Beberapa Guru Madrasah di Palembang Keluhkan Sistem Pemberkasan Sertifikasi

Pihaknya meminta masyarakat memahami cara personel pemadam dalam bekerja terutama menyangkut kecepatan dan ketepatan waktu di jalan raya.

“Padahal suara sirine dari mobil pemadam sudah sedemikian kuatnya, perlu diingat bahwa berdasarkan undang-undang mobil pemadam harus dinomor satukan, setelah itu baru ambulance, mobil penjabat kemudian iring-iringan kelompok," Jelas Alhidir, Kamis (20/9).

Baca: Bantu Kemenangan Real Madrid 3-0 atas AS Roma, Si Anak Hilang Tiru Gol Khas Cristiano Ronaldo

Alhidir menjelaskan, setiap terjadi kebakaran, mobil pemadam harus sampai 15 menit sejak kebakaran bermula ketangkasan sopir mobil pemadam amat diandalkan dalam bermanuver di jalan raya mengingat muatan air di dalam mobil punya pengaruh khusus.

Terlebih lagi, mobil pemadam tidak bisa mengerem mendadak langsung berhenti, ketika pedal rem diinjak maka air ribuan liter di dalam mobil ikut bergerak dan mendorong laju mobil ke depan.

“Jadi jika terjadi kecelakaan tentu kerugian tidaklah sedikit, sebab satu unit mobil pemadam harganya paling murah Rp 1 Milyar lebih tergantung jenis, belum lagi kalau ada korban dari pihak masyarakat. Pengendara di Palembang rasanya belum terlalu kooperatif, maka kami berharap masyarakat lebih arif lagi, begitu ada iring-iringan pemadam berilah jalan," ujarnya.

Baca: Ganti Kotak Suara Lama Dengan Kotak Suara Transparan, KPUD OKUS Lelang 2290 Kotak Suara

Selain hambatan di jalan, pihaknya sering menghadapi konflik dengan masyarakat begitu tiba di lokasi kebakaran, tak jarang timbul korban dari pemadam ataupun masyarakat.

Seperti yang pernah terjadi di lokasi kebakaran Alang-Alang Lebar, dimana korban kebakaran malah adu jotos dengan anggota pemadam karena kesalahpahaman. Lalu saat kebakaran di dekat Pasar Kuto, kaca depan mobil pemadam pecah karena masyarakat kesal dan menganggap tim pemadam terlambat datang.

"Dengan banyaknya konflik yang ada, kami lebih memilih jalan damai, artinya selagi masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan tentu lebih baik, tidak ada lapor-lalor polisi, sebab yang namanya kebakaran memang suasana emosi ikut terbakar," ujar Alhidir.

Baca: Penumpang LRT Palembang yang Naik dan Turun di Stasiun Dishub Masih Sepi. Ini Penyebabnya

Ia pun meminta kepada masyarakat, jika tim pemadam tiba di lokasi kebakaran, langkah pertama adalah memberi jalan masuk untuk mobil, jangan bertumpuk di jalan, itu justru akan menghalangi.

Kedua ketika tim pemadam mengeluarkan peralatan, masyarakat tidak perlu ikut nimbrung, biarkan anggota yang mengeluarkan, menyusun, dan menyambungkan selang pemadam, jika sudah ada komando dari pemadam maka barulah masyarakat ikut membantu.

"Jadi jangan ada masyarakat yang seolah-olah paling tahu, soal menyiapkan alatnya serahkan pada petugas, kalau menyiramnya itu yang harus sama-sama, kami meminta masyarakat percaya dengan kompetensi anggota pemadam," ujarnya.

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved