Berita Muaraenim
Tradisi "Melemang" Peringatan 10 Muharam Tahun Hijriyah di Muaraenim
Tradisi melemang setiap tahun ini, sejak 10 tahun tersebut sudah menjadi salah satu even "Pesta Budaya" masyarakat Muaraenim dan sekitarnya
Penulis: Sutrisman | Editor: Siti Olisa
Laporan wartawan Sripoku.com, Sutrisman Dinah
SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Tradisi "melemang" peringatan 10 Muharam tahun hijriyah, berlangsung hari ini (19/9).
Proses memasak lemang dilaksanakan Rabu (19/9) hingga malam di Desa Karangraja, Kecamatan Muaraenim.
Baca: Indonesia Bersua Iran di Laga Perdana Piala Asia U-16 2018, Ini Prediksi Susunan Pemain Garuda Muda
Tradisi melemang setiap tahun ini, sejak 10 tahun tersebut sudah menjadi salah satu even "Pesta Budaya" masyarakat Muaraenim dan sekitarnya dan seperti tahun sebelumnya dihadiri tokoh-tokoh pemerintahan Kabupaten Muaraenim dan tokoh masyarakat.
Acara tahunan yang didasari sejarah perjalanan Islam ini masih dipertahankan hingga kini.
Baca: Curi Sepatu di Masjid, Pria Ini Tak Sadar Motornya Digembok Jemaah hingga Tak Bisa Melarikan Diri
Biasanya, warga desa menggunakan bahan baku ketan yang dimasak di dalam bambu, kemudian dibakar menggunakan kayu bakar.
Pesta adat ini disambut suka-cita seluruh warga desa, termasuk anak-anak.
Baca: Berhasil Menang Comeback di Penghujung Laga, Mauro Icardi Optimis dengan Inter Milan
Keramaian di desa yanf dilalui ruas Jalan Lintas Sumatera ini, berlangsung hingga tengah malam; bahkan sampai menjelang pagi diwarnai saling tukar lemang.
Tradisi ini menjadi acara rutin tahunan, dan pada hari ini tak jarang warga yang tinggal di rantau kembali ikut memeriahkan "hari baik" selain merayakan lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tradisi-melemang_20180919_191205.jpg)