Berita Palembang

Rupiah Melemah Pasca Lebaran, BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga, Siapkan Langkah Preventif

Bank Indonesia (BI) tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Rupiah Melemah Pasca Lebaran, BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga, Siapkan Langkah Preventif
SRIPOKU.COM/ Rahmad Zilhakim
bank indonesia 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bank Indonesia (BI) tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Upaya tersebut dilakukan terkait kembali melemahnya nilai tukar rupiah  terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan setelah cuti lebaran yang menyentuh level Rp 14.000.

Deputi Direktur BI Kantor Perwakilan Sumsel, Hari Widodo mengatakan, BI akan mengambil langkah preventif guna mengantisipasi dampak penguatan dolar AS terhadap rupiah.

"BI akan membuka kembali peluang kenaikan suku bunga acuan (BI Repo Rate), ataupun merelaksasikan rasio kredit terhadap agunan Loan to Value, dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor khususnya asing terhadap instrumen investasi di Indonesia," ujarnya, Selasa (26/06/2018).

Baca: Masyarakat Bisa Nyoblos Meski KTP Domisili dan Belum Dapat C-6, Begini Caranya!

Dia meyakini langkah kebijakan moneter ini akan memberikan pengaruh terhadap penguatan rupiah serta membuat aset di pasar keuangan Indonesia menarik bagi investor asing untuk melakukan investasi.

"Kita optimistis investor akan tetap masuk di Indonesia, khususnya untuk surat berharga negara (SBN), sebab pelemahan rupiah sejak awal tahun hanya 2,3 persen. Pelemahan ini masih bisa ditoleransi bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya," katanya.

Menurutnya upaya yang perlu dilakukan saat ini yaitu memastikan instrumen investasi Indonesia masih tetap menarik di mata investor.

Baca: Belanja Kebutuhan Rumah Makan di Pasar Induk Jakabaring, Mobil Pick Up Nurwahyudi Lenyap

"Sebagai langkah preventif BI terus berupaya untuk meningkatkan suku bunga acuan yang akan membuat pasar keuangan Indonesia semakin baik dari penilaian investor," terangnya.

Selain itu Bank Sentral juga berencana merelaksasikan kebijakan LTV di sektor perumahan. Hal ini bertujuan untuk mendorong permintaan kredit di sektor ini meningkat dalam jangka menengah dan panjang.

"Jika kredit sektor perumahan membaik akan berimbas dengan banyaknya investor yang akan berinvestasi di sektor tersebut." tutupnya. 

Baca: Tiga Desain Rumah Mungil ini Bisa Anda Tiru

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved