Berita Palembang

Sidak Ritel Modern, Masih Temukan Tahu Formalin dan Makanan Kadaluarsa

Pada sidak yang dilakukan Balai Besar Pangan, Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel

Sidak Ritel Modern, Masih Temukan Tahu Formalin dan Makanan Kadaluarsa
SRIPOKU.COM/RAHMAD ZILHAKIM
Sekda Pemprov Sumsel, Nasrun Umar didampingi Kepala Balai BPOM Sumsel Dewi Prawitasari saat melakukan Sidak di ritel modern. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pada sidak yang dilakukan Balai Besar Pangan, Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang di sejumlah ritel modern, ternyata masih ditemukan tahu yang mengandung formalin.

Kepala Balai BPOM Sumsel Dewi Prawitasari mengatakan penggunaan formalin untuk tahu dan mie masih cukup tinggi. Pihaknya pun menghimbau untuk tidak menjual dan harus dimusnahkan. Kalau mau jual tahu lagi maka harus ganti produsen lain.

"Tadi yang diuji adalah tahu dan ternyata berformalin. Memang target sidak ini adalah pangan siap saji," ujarnya saat melakukan sidak di di salah satu pasar ritel modern di Palembang, Senin (4/6/2018)

Selain itu, lanjut Dewi, dalam sidak ini juga ditemukan makanan kadarluasa meskipun tidak begitu banyak.

“Kue kering kadarluasa lewat 1 bulan. Pengawasan dengan Pemda tidak hanya ramadan. Tapi sepenjang waktu untuk makanan, obat dan kosmetik," jelasnya.

Sekda Pemprov Sumsel, Nasrun Umar menambahkan, kegiatan sidak ini rutin dilakukan sebagai tugas dan fungsi BPOM, Dinkes, Perdagangan dan Perindustrian.

"Kalau dilakukan terbuka seperti ini karena mendekati lebaran dengan sidak ini kita harus memakstikan produk produk makanan yang dijual itu aman," ujarnya

Nasrun menjelaskan, berdasarkan data yang ada makanan berformalin di Sumsel tahun lalu 37 persen dan tahun ini 17,8 persen. Namun, untuk Palembang sendiri persentasenya cukup tinggi mencapai 20 persen. Hal tersebut dikarenakan produksi mie dan tahu fokusnya di Palembang.

"Kami menghimbau intansi terkait terus berkolaborasi. Karena rata-rata nasional 7 persen. Apalagi sebentar lagi Asian Games. Kita harus meyakinkan apa yang dikonksumsi mereka makanan yang sehat dan layak konsumsi," jelasnya

Nasrun menambahkan, dari beberapa sampel ada yang agak meragukan diuji, sampel ada yang tidak laik, dan yang tidak layak tidak boleh dijual.

Maka dari itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat semakin cerdas memilih makanan yang dikonsumsi.

“Pengawasan ini rutin dilakukan mendekati lebaran konsumsi meningkat sehinngga pengawasan diintensifkan. Untuk sampel parcel tidak ada tanggal kadarluasa. Itu tidak boleh," katanya.

Baca: Masalah Anggaran, Bulan Ramadan 2018 di Kabupaten Lahat Dipastikan Tak Ada Sidak Pasar  

Baca: Jajanan Berbahan Tahu Positif Formalin Beredar di Pasaran, BPOM Minta Warga Lebih Teliti

Baca: Disperindag Muba Sidak Pasar Tradisional, Mie Asal Palembang Ditemukan Berformalin

Baca: Ratusan Tahu Berformalin Diamankan Saat Menuju Pasar Induk Jakabaring, Begini Pengakuan Tersangka 

Baca: Tim Gabungan Pemkab Muaraenim Dibantu BBPOM Palembang Lakukan Sidak Sarden Bercacing

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved