Tekan Kenaikan Harga Jelang Ramadhan, Asosiasi Diminta Gencar Gelar Pasar Murah
etiap menjelang Bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok sering kali mengalami kenaikan yang cukup membuat resah para ibu rumah tangga.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Reigan Riangga
Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Setiap menjelang Bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok sering kali mengalami kenaikan yang cukup membuat resah para ibu rumah tangga.
Di sisi lain, kenaikan ini juga turut mengdongkrak angka inflasi. Diproyeksi saat puasa nanti inflasi bisa menembus 1%.
Dan untuk menekan laju inflasi saat bulan puasa, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya untuk memaksimalkan serta memperluas jaringan pasar murah sebanyak mungkin.
Baca: Manajemen Akui, Gaji Pemain Sriwijaya FC Terlambat Dibayar
Selain bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perbankan, BUMN dan BUMD, Pemprov Sumsel juga meminta peran serta dari asosiasi-asosiasi yang ada di Sumsel untuk ikut menggelar Pasar Murah.
Hal itu disampaikan, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, Afrian Jon, saat ditemui di ruangannya, Selasa (17/4/2018).
"Saat puasa harga-harga kebutuhan kerap kali naik, nah dengan adanya pasar murah ini diharapkan masyarakat bisa terbantu mengingat harga yang lebih murah, Kita berharap semuanya bisa mengelar sesering mungkin, makanya kita gelar rapat koordinasi dengan semua pihak," ujarnya.
Baca: Bupati Muratara Tegaskan Kepala OPD Harus Tunjukkan Kinerja, Kerja Ikhlas dan Perbanyak Berinovasi
Untuk paket murah yang tersedia selama pasar murah yang digelar, akan menggunakan sistem kupon. Kupon-kupon tersebut dibagikan ke masyarakat yang berhak menerima/membutuhkan sehingga tepat sasaran.
"Kalau pasar murah ini dibawah koordinatornya Dinas Perdagangan. Lokasinya tentu yang berada dekat pemukiman padat penduduk, seperti di Kertapati, Mata Merah dan lainnya," jelasnya.
Baca: Ayo Cek Pengumuman SNMPTN Jam 5 Sore Ini, Begini Caranya!
Selain pasar murah, Kata Afrian, pemerintah juga memaksimalkan instrumen pengendali inflasi lainnya, yakni lewat Pasar Tani dan Toko Tani Indonesia (TTI). Dengan ketiga instrumen tersebut diharapkan bisa diperluas ke titik yang lebih dekat masyarakat.
Di Sumsel sendiri ada 87 Gabugan Kelompok Tani (Gapoktan) binaan, dimana 20 diantaranya berada di Palembang. Di TTI, tersedia produk kebutuhan pokok seperti beras jenis medium, yang harganya berkisar Rp 8.500/kg.
Baca: INASGOC Larang Jual Souvenir saat Asian Games, UMKM Sumsel Siap-siap Gigit Jari
"Kalau TTI siapapun sebenarnya bisa untuk membukanya, asalkan sesuai kriteria dan koordinasi dengan tim ketahanan pangan.TTI juga memutus lima dari delapan mata rantai penjualan dari petani hingga ke konsumen," jelasnya.
Sementara, untuk Pasar Tani hanya terbatas pada sang petani sendiri yang langsung menjual ke Dinas Pertanian misalnya saat Pasar Tani bergubung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/alfian-jon_20180417_162945.jpg)