Pemilihan Gubernur Sumsel

Cegah Korupsi, ASRI Apresiasi KPK Bekali Calon Kepala Daerah di Sumsel

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 2, HS Aswari Rivai SE - HM Irwansyah SSos MSi (ASRI) mengapresiasi KPK RI

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel nomor urut 2, HS Aswari Rivai SE-HM Irwansyah SSos MSi 

 Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 2, HS Aswari Rivai SE - HM Irwansyah SSos MSi (ASRI) mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberikan pembekalan kepada seluruh peserta calon kepala daerah pada pilkada serentak yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“Kami sangat menyambut baik, dengan pembekalan ini salah satu cara untuk mencegah korupsi,” ungkap Aswari Rivai saat menghadiri Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) di Aula KPU Sumsel, Selasa (10/4/2018).

Bupati Lahat dua periode mengatakan, pembekalan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan KPK, Polri dan penegak hukum lainnnya sangat baik, siapapun yang nantinya diamanahkan menjadi kepala daerah peringatan atau warning ini untuk tidak melakukan korupsi dan melawan hukum lainnya.

Baca: Minat Warga OKUT Menjadi Polisi Cukup Tinggi, Pendaftar Lulus Administrasi Langsung Dapat Nomor

Aswari yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel sangat mengapresiasi langkah KPK jika nantinya Pemilukada baik itu pilkada gubernur, pilwako dan pilbup dibiaya oleh negara, dengan dibiaya oleh negara maka akan semakin dikit uang yang dikeluarkan oleh para kandidat.

“Kami sangat merasakan, untuk bertemu dengan masyarakat, membuat tim pemenangan, pembuatan alat peraga kampanye (APK) hingga saksi membutuhkan logistik yang tidak sedikit,” kata Aswari.

Baca: Disapa Gubernur Alex Noerdin, Warga Gandus Antusias Sambut Asian Games 2018

Dengan dibiayai oleh negara calon pemimpin yang potensial, berintegritas dan kapabilitas dapat bertarung mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah, sehingga dapat menjadi pemimpin yang bersih.

”Pemimpin yang bersih adalah pemimpin yang diharapkan bangsa dan masyarakat selama ini, ini salah satu upaya mencegah korupsi, karena logistik akan semakin mimim dikeluarkan oleh para kandidat,” pungkasnya. (rel)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved