Buya Menjawab

Bagaimana Tata Cara Ziarah ke Makam Orangtua?

Bagaimana tata cara berziarah ke kuburan orang-orang tua termasuk kakek dan nenek kita yang sudah lama meninggal dunia. Mohon bimbingannya Buya.

Editor: Bedjo
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi - Suasana para peziarah yang memadati TPU Telaga Swidak, Minggu (25/6/2017). 

SRIPOKU.COM - Assalamualaikum.Wr.Wb.
BUYA, membaca Mimbar Jumat berjudul "Mencermati Konsep-Konsep Modernisasi Agama" yang Buya tulis, bahwa menurut pemahaman Ibnu Taimiyah dalam bidang Ushuluddin point 10. "Bepergian ke makam-makam, seumpama makam Nabi di Madinah, makam Nabi Ibrahim AS di masjid Rhani, makam wali dan ulama adalah pekerjaan maksiat (munkar)". Menurut Buya bagaimana tata cara berziarah ke kuburan orangtua termasuk kakek dan nenek kita yang sudah lama meninggal dunia. Mohon bimbingannya Buya. Terima kasih.
08137939xxxx

Berita Lainnya:  Tak Banyak yang Tahu, Ternyata ini Alasan Pentingnya Ziarah ke Makam Orangtua yang Sudah Tiada

Jawab:
Assalamualaikum.Wr.Wb.
KETIKA hendak berziarah, maka pertama yang dilakukan adalah;

Pertama, Meluruskan niat, sebagaimana Imam Qurthubi di dalam tafsirnya menyatakan; "Hendaknya ketika berziarah, seseorang berniat untuk menggapai keridhaan Allah, memperbaiki hati yang rusak atau memberikan manfaat kepada mayit dengan membacakan Al-Quran atau berdoa di makamnya." (Abu `Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, Al-Jami'u Li Ahkamil Quran, juz 20, Darul Ihyait Turatsil `Arabi, hal 171.)

Kedua, Kehadiran hati, untuk dapat memetik hikmah dari ziarah, yaitu memetik pelajaran yang dapat melunakkan hati yang kasar sehingga kekerasan hati seseorang dapat luluh dan menitiskan air mata sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah ra. bahwa Sayidina Utsman bin `Affan menangis sehingga jenggotnya basah jika berdiri di depan sebuah makam.

Ketiga, Seseorang yang akan berziarah hendaknya suci dari hadats kecil dan hadats besar dan najis. Karena ketika berziarah dianjurkan untuk berdo'a, dan doa'a dalam keadaan suci akan mudah di ijabah Allah SWT.

Keempat, Ketika memasuki area pekuburan hendaknya mengucapkan salam secara umum: "Assalamu'alaikum yaa ahlal quburi, yaghfirullaahulanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsari" Artinya: "Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul" (HR.Tirmizi)

Kelima, Tidak menginjak, melangkahi ataupun duduk di atas sebuah makam. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api hingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas sebuah makam." (HR.Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah)

"Sesungguhnya jika aku menginjak bara api, atau pedang yang tajam atau menjahid alas kaki dengan kulit kakiku, lebih kusukai daripada menginjak (melangkahi) sebuah makam." (HR Ibnu Majah)

Keenam, ketika mau menuju makam yang kita tuju menurut para ulama, Imam Qurtubi di dalam Tafsirnya beliau berkata: "Seorang peziarah hendaknya mendatangi makam yang dia kenal (yang dituju), dari arah wajahnya (membelakangi kiblat) dan segera mengucapkan salam kepadanya. Sebab, menziarahi makam seseorang adalah seperti bercakap-cakap dengannya semasa hidup. Jika masih hidup, kita akan berbicara dengan menghadapkan wajah ke arahnya, maka setelah wafat, hendaknya kita melakukan hal yang sama dalam menziarahinya."

Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw. bersabda: "Tidaklah seseorang melewati makam saudaranya sesama muslim yang ia kenal (semasa hidup) di dunia, kemudian ia ucapkan salam kepadanya, melainkan Allah kembalikan ruh saudaranya itu (ke jasadnya) hingga ia dapat menjawab salamnya." (HR.Ibnu `Abdul Bar) (Hadits ini Hadits Sahih yang tercantum dalam Tafsir Ibn Katsir, Juz 3., Daarul Ihyaail Kutubil `Arabiyyah, hal.438)

Ketujuh, selanjutnya disunnnahkan duduk berdekatan dengan makam yang diziarahi agar ia merasa senang. Sebagaimana dinyatakan oleh Ummul Mukminin `Aisyah rha bahwa rasulullah saw bersabda; "Tidaklah seseorang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekat makamnya, melainkan saudaranya tersebut merasa senang dengan (kehadiran) nya." (HR. Ibnu Abid Dunyaa).

Kedelapan, membaca Alquran atau surah Yaasiin serta berdoa'a.

Ketika Ummul Mukminin mengikuti Rasulullah Saw. berziarah ke Baqi' dan menanyakan mengapa beliau keluar menuju Baqi' di akhir malam, Rasulullah Saw. menjawab: "Jibril memerintahkan aku untuk mendatangi pemakaman Baqi' dan memohonkan ampun bagi mereka." (HR.Nasaai).

Juga Rasulullah Saw. bersabda yang artinya: "Dari Anas sesungguhnya dia berkata; "Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa memasuki area pekuburan, maka membaca surat Yaasin (dan menghadiahkan pahalanya untuk orang-orang mati) pada saat itu juga Allah swt meringankan (siksa) mereka, dan bagi orang (yang) membaca mendapat pahala sebanyak kebaikan yang dihadiahkannya kepada orang-orang yang mati. Maka bacakanlah surat Yaasin untuk orang-orang yang telah mati diantara kamu." (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dan Hakim dari Ma'qal bin Yasar, Hadits Hasan)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved