Waduh, Indonesia Minim Kampus Top 100 Dunia. Terungkap Penyebabnya Karena Ini

Kenadati sudah memiliki luas wilayah yang cukup besar, namun belum menjamin jika mutu pendidikan di

Penulis: Yuliani | Editor: Odi Aria Saputra
SRIPO/YULIANI
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Profl Mohamad Nasir, PH.D., AK (tengah) dan Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi (kiri) saat menghadiri Dialog Nasional ke-6 dengan tema Sukses Indonesia Ku di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Senin, (12/2/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Kendati sudah memiliki luas wilayah yang cukup besar, namun belum menjamin jika mutu pendidikan di Indonsia populer secara internasional.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Profl Mohamad Nasir, PH.D., Ak menyebutkan, saat ini Indonesia sangat minim memiliki kampus yang masuk top 100 dunia. Hal ini diungkapkan saat menghadiri Dialog Nasional ke-6 dengan tema Sukses Indonesia Ku di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Senin, (12/2/2018).

Menurutnya, dari sekian banyak perguruan tinggi yang ada baru ada tiga kampus di Indonesia yang masuk dalam top 100 dunia yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknik Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada.

Kondisi ini menurutnya, tidak terlepas dari mutu pendidikan yang masih rendah mulai dari dosen hingga mahasiswa.

"Kita terus melakukan pendekatan agar kampus terdorong untuk meningkatkan mutu dan jumlah kampus yang masuk top 100 dunia bertambah," ungkapnya.

Nasir menambahkan, selama ini yang menjadi kendala kampus untuk masuk top 100 dunia di Indonesia karena minimnya inovasi dan riset sehingga dalam sektor dosen minimnya pertukaran dosen ke kampus luar negeri serta minimnya riset bersama antar dosen dari kampus Indonesia dengan kampus luar negeri.

"Tak hanya dosen, sektor mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Pertukaran mahasiswa antara kampus di Indonesia dengan kampus luar negeri juga tergolong minim," jelasnya.

Kendati demikian, Nasir mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan ditingkat kampus di Indonesia mulai dari program penataan sehingga banyak perguruan tinggi yang ditutup hingga dilakukannya pendampingan agar mutu perguruan tinggi semakin baik.

"Visi kita saat ini menata kampus agar kompetitif daya saing agar mampu bersaing di dunia global," tegasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan ini Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah II berkesempatan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan dialog nasional dengan tema 'Sukses Indonesia Ku'. Acara yang berlangsung di PSCC ini berhasil memertemukan lebih kurang 4.800 mahasiswa dengan 500 dosen pendamping dari 78 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Sumsel.

Tak hanya Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang hadir sebagai narasumber, namun Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi, serta Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah II, Prof. Dr. Slamet Widodo, MS, MM.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved