Buya Menjawab

Nikah Siri Tanpa Saksi, Apakah Pernikahan Itu Sah?

laki-laki yang menikah "siri" dengan perempuan janda; Janda tersebut dinikahkan oleh saudara laki-lakinya sebagai wali Nasab,

Nikah Siri Tanpa Saksi, Apakah Pernikahan Itu Sah?
http://uzone.id/
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COMAssalamu'alaikum.Wr.Wb.
BUYA, laki-laki yang menikah "siri" dengan perempuan janda; Janda tersebut dinikahkan oleh saudara laki-lakinya sebagai wali Nasab, ijab qabulnya dihadiri saudara laki-laki dari istri pihak calon pengantin laki-laki dan saudara perempuan dari pihak calon pengantin perempuan. Tidak ada saksi nikah; selain dari Wali, dan calon pengantin laki-laki dan calon pengantin perempuan hanya dihadiri oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan. Apakah pernikahan itu sah buya? Mohon penjelasan. Terimakasih.
0811480xxxx

Berita Lainnya:  Akhirnya Ayu Ting Ting Akui Nikah Siri dengan Raffi Ahmad : Insyallah Emang Bener, Santai Aja

Jawab:
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.
AKAD nikah tidak sah jika tidak ada wali laki-laki dan dua orang saksi laki-laki yang adil. Alasan dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Tidak sah nikah, kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil. Apapun rupa nikah selain memakai wali dan dua orang saksi yang adil, pasti batal". (HR.Ibnu Hibban di dalam Sahihnya)

Wali dan saksi memerlukan enam syarat: Islam, baligh, berakal, sifat merdeka (bukan hamba sahaya),Laki-laki dan sifat adil.

Dalam kasus yang ananda sampaikan bahwa Wali Nikah adalah saudara laki-laki dari calon mempelai perempuan adalah sah jika Bapak dan kakek dari calon mempelai perempuan sudah tidak ada lagi atau berhalangan.

Tetapi dalam kasus itu tidak ada saksi selain dari satu laki-laki (saudara sepupu dari istri calon pengantin laki-laki) dan seorang perempuan (saudara sepupu dari calon pengantin perempuan). Saksi dalam pernikahan adalah rukun pelaksanaan akad nikah karena itu setiap perkawinan harus disaksikan oleh dua orang saksi (pasal 24 KHI). Karena itu kehadiran saksi dalam akad nikah mutlak diperlukan, apabila saksi tidak hadir pada saat akad nikah dilangsungkan, akibat hukumnya nikah tersebut tidak sah. Pasal 26 Undang-undang Perkawinan ayat (1) menegaskan: "Perkawinan yang dilangsungkan di muka Pegawai Pencatat Perkawinan yang tidak berwenang, wali nikah yang tidak sah, atau yang dilangsungkan tanpa dihadiri oleh 2 (dua) orang saksi dapat dimintakan pembatalan oleh para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami isteri, jaksa dan suami atau istri".

Al-Daruqutni meriwayatkan dari 'Aisyah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda yang artinya: "Tidak sah akad nikah, kecuali (dihadiri) wali dan dua orang saksi."

Kehadiran saksi sebagai rukun nikah, memerlukan persyartan-persyaratan agar nilai persaksiannya berguna bagi sahnya akad nikah.Pasal 25 KHI (Kompilasi Hukum Islam) menyatakan bahwa:" Yang dapat ditunjuk menjadi saksi dalam akad nikah ialah seorang laki-laki-laki muslim, adil, akil baligh, tidak terganggu ingatan dan tidak tuna rungu atau tuli."

Karena itu akad nikah yang tidak dihadiri 2 (dua) orang saksi laki-laki dalam kasus yang ananda kemukakan dan tanyakan adalah tidak sah. Demikian jawaban dan penjelasannya.

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved