Kamu Harus Tahu : Ternyata Ini Asal Muasal Nama Kota Muaradua OKUS

Selain memiliki keindahan alamnya Danau Ranau, Gunung Seminung dan wisata alam lainnya ternyata ka

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Potret Kota Muaradua yang terus berkembang hingga saat ini. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Selain memiliki keindahan alamnya Danau Ranau, Gunung Seminung dan wisata alam lainnya ternyata kabupaten ini mempunyai cerita tersendiri hingga ibu kota di sana dinamakan dengan Kota Muaradua.

Cerita menarik yang tersimpan belum banyak diketahui orang di sebuah kota dengan lambang burung walet tersebut, dari informasi Sripoku.com yang digali dari berbagai sumber Nama Kota Muaradua berdasarkan aliran sungai yang tidak jauh dari kota tersebut.

Aliran sungai-sungai yang bermuara langsung ke sungai Musi diantaranya adalah sungai Ogan dan Komering.

Sungai Komering bermula dari kota Muaradua Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, atau tepatnya dikelurahan Pasar Lama, karena di sinilah dua muara batang sungai, yaitu sungai Selabung dan sungai Selaka (Saka).

Sungai Selabung ber-hulu ke Danau Ranau, sedangkan sungai Saka mempunyai hulu di daerah Kisam Tinggi atau yang disebut warga Kisam Tinggi 'Aik Sake'.

Pertemuan kedua sungai inilah, yang disebut dengan Muaradua atau dua muara, tempat bertemunya sungai Saka dan Sungai Selabung yang tidak jauh dari Kota Muaradua.

okus1
okus1 (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

Awal sungai Komering ini terletak di daerah Pasar Lama dan Simpang Pendagan, yaitu sebuah daerah lingkungan bagian dari Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua yang berjarak sekitar 1 Kilometer dari jantung Kota Muaradua. nama Pasar Lama, karena dilingkungan sekitar dahulunya ada sebuah pasar tempat berjualan para saudagar di abad ke 18 dan 19.

Di bagian hilir pertemuan sungai ini, ada bagian yang landai dan berpasir, yang dijadikan tempat berlabuh rakit bambu dari daerah hulu sungai, dan tempat berlabuh perahu yang berasal dari bagian hilir sungai Komering.

Pada saat perjalanan darat masih sulit, maka sungai Komering menjadi bagian penting dalam membantu urat perekonomian dan distribusi barang ke daerah Muaradua dan sekitarnya.

Di daerah Pasar Lama ini, ada dua bangunan yang dapat kita lihat sebagai bagian dari sejarah, yaitu makam puyang Komering (sebagian orang ada yang menyebutnya Puyang Raden Runtak).

Halaman
123
Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved