Kamu Harus Tahu : Ternyata Ini Asal Muasal Nama Kota Muaradua OKUS

Selain memiliki keindahan alamnya Danau Ranau, Gunung Seminung dan wisata alam lainnya ternyata ka

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Potret Kota Muaradua yang terus berkembang hingga saat ini. 

Makam Puyang Komering, tidak jauh dari makam-makam umum lainnya. Yang membedakannya, makam Komering diberi atap atau cungkup, serta dipagar. Di hari hari tertentu, seperti saat lebaran, dan hari besar keagamaan, banyak orang yang berziarah ke makam ini.

Karena makam ini terletak di dataran yang tinggi, maka kita dapat melihat pertemuan sungai Saka dan Selabung dari ketinggian. Sebuah pemandangan yang indah, melihat sungai dari ketinggian serta dikelilingi oleh kebun jagung masyarakat.

Selain makam Komering, di bagian bawah, di hilir pertemuan Saka dan Selabung ada batu kodok, serta bekas pondasi jembatan Gantung yang menghubungkan Pasar Lama dan Pendagan.

Ada pemandangan yang unik di sini. Pada saat saat tertentu di bagian ini warna sungai dapat berbeda di bagian kiri dan kanan ke arah hulu sungai. Karena, apabila hujan di daerah hulu sungai Selabung, maka bagian kiri akan lebih keruh, dan sebelah kanan tetap jernih apabila di bagian hulu sungai Saka tidak sedang hujan.

Tempat ini mempunyai lubuk sungai yang cukup dalam, lebih dari 10 meter. Sebuah tempat memancing yang seru, bagi mereka yang hobi memancing.

Pada bagian bekas pondasi jembatan, ada tulisan angka 1918. Mungkin itu adalah tahun pembangunan jembatan Komering yang ada di Pasar Lama, Muaradua.

Jembatan ini, diledakkan dan dirusak oleh para pejuang Indonesia saat agresi Militer Belanda yang masuk ke Muaradua sekitar tahun 1947 – 1948, karena para pejuang ingin menghambat laju peralatan dan pasokan logistik Belanda waktu itu.

Saat ini sudah ada dua jembatan di tengah kota Muaradua sebagai penggantinya, yaitu jembatan Kuning yang menghubungkan tangsi Bumi Agung dan Pasar Ulu, serta Jembatan Baru yang menghubungkan jalan menuju Danau Ranau ke tengah kota Muaradua.

Sungai Komering mempunyai arti penting bagi tiga kabupaten yaitu OKU Selatan, OKU Timur dan OKI. Irigasi yang mengairi sawah di daerah Belitang, airnya bersumber dari sungai Komering, yang berasal dari dua sungai Saka dan Selabung.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved