Berita MUBA

Breaking News : Heboh di Muba, Pria Diduga Mengamuk dan Lukai Warga Berakhir Meninggal Dunia

Arli merupakan warga Desa Teladan yang belakangan diketahui tinggal di kediaman orang tuanya di Desa Lumpatan II.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
EVAKUASI : Warga bersama petugas kepolisian melakukan evakuasi jasad Arli (40), pria yang meninggal dunia usai diduga mengamuk dengan membawa senjata tajam dan melukai sejumlah warga di Dusun Lumba Jaya, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Kamis (11/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Video viral pria berjalan dengan kepala berlumuran darah di Sekayu terungkap berkaitan dengan dugaan aksi mengamuk menggunakan senjata tajam.
  • Arli (40) diduga sempat menusuk pekerja bangunan sehari sebelumnya, lalu kembali menyerang sejumlah warga hingga terjadi bentrokan.
  • Akibat bentrokan tersebut Arli mengalami luka serius dan meninggal dunia, sementara polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.

SRIPOKU.COM, SEKAYU – Video viral berdurasi 5 menit 8 detik yang memperlihatkan seorang pria berjalan dengan kondisi kepala berlumuran darah akhirnya terungkap.

Pria tersebut diketahui bernama Arli (40), yang diduga sebelumnya mengamuk sambil membawa senjata tajam dan melukai sejumlah warga di Dusun Lumba Jaya, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Kamis (11/6/2026).

Arli merupakan warga Desa Teladan yang belakangan diketahui tinggal di kediaman orang tuanya di Desa Lumpatan II.

Camat Sekayu Edi Heryanto menjelaskan, sehari sebelum kejadian atau pada Rabu (10/6/2026), Arli diduga sempat terlibat perkelahian dengan seorang pekerja bangunan asal Jawa yang sedang mengerjakan pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut.

“Dalam peristiwa itu, Arli diduga melakukan penusukan terhadap pekerja tersebut,” ujar Edi.

Menurutnya, setelah kejadian tersebut, Arli kembali diduga mengamuk pada Kamis dengan membawa senjata tajam dan menyerang sejumlah warga yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Warga yang berusaha menghentikan aksi tersebut kemudian terlibat bentrokan dengan Arli.

“Warga berusaha menghentikan aksinya hingga terjadi bentrokan yang menyebabkan Arli mengalami luka serius dan meninggal dunia,” katanya.

Edi menambahkan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak keluarga.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP S. Hutahaean membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.

“Polsek Sekayu masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kami masih mendalami kronologi serta detail peristiwa tersebut,” ujar AKP Hutahaean.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait informasi yang beredar di media sosial dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved