Tower Seluler Ini Dianggap Mengancam Keselamatan Warga Karena Kekuatannya sudah Berkurang

Kondisi tower saat ini sudah tidak kokoh lagi lantaran puluhan rangka besi pengikat empat tiang utama telah raib dicuri oknum warga.

Tower Seluler Ini Dianggap Mengancam Keselamatan Warga Karena Kekuatannya sudah Berkurang
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Bangun Tower yang membentang tinggi mengancam keselamatan warga, karena besi penyangga dipreteli, dicuri oknum warga.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Warga diminta waspada melintasi Jalan poros Desa Riding Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Pasalnyaada tower seluler yang berdiri tinggi itu, rangka besi pengikat antar tiangnya banyak hilang diduga diprenteli oknum yang tak bertanggungjawab.

Informasi yang dihimpun, Minggu (5/11/2017) menara telekomunikasi (Tower) operator seluler yang dibangun di perkebunan warga di pinggir jalan poros pangkal desa, sewaktu-waktu bisa roboh.

Kondisi tower saat ini sudah tidak kokoh lagi lantaran puluhan rangka besi yang dipasang sebagai pengikat empat tiang utama telah raib dicuri oknum warga.

Praktis, tower itu berdiri hanya mengandalkan kekuatan 4 tiang utama, plat siku, sehingga sewaktu-waktu akan roboh jika tidak segera dibongkar atau diperbaiki.

Hamka Yudha (40) warga Desa Riding mengaku, sejak lama besi-besi yang dipasang sebagai rangka menara hilang dicuri orang tak dikenal atau oknum warga.

Sehingga bangunan tower mengancam keselamatan warga.

"Oknum warga yang iseng awalnya membongkar pagar besi yang mengelilingi bangunan tower untuk dijual. Nah sekarang giliran rangka besi pengikat tower yang dicuri, jadi tower yang tingginya puluhan meter itu sewaktu-waktu akan roboh, tinggal menunggu waktunya saja akan roboh. Sebab ke-empat tiang utama ini tidak akan sanggup menahan beban diatasnya," kata Hamka pada wartawan.

Hamka juga menuturkan kemungkinan tower salah satu operator seluler tersebut sudah sejak lama tidak berfungsi lagi, karena baterai towernya juga telah lama digasak orang.

"Ya kita takut kalau tidak dibongkar atau diperbaiki, akan mengancam keselamatan warga, terutama warga yang sering melintas di jalan poros di sekitar lokasi," ujarnya seraya mengatakan, pemerintah dan pihak terkait agar segera mencari solusi agar tower itu segera diperbaiki.

Sementara Kepala Desa Riding, Samson Bunyamin mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kita belum tahu menara itu siapa tuannya, lokasi tempat tower berdiri juga sudah hak milik karena sudah dibeli oleh salah satu operator seluler itu. Kalau kita yang langsung membongkar, malah kita yang salah nanti," tandasnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved