Breaking News:

Tak Disangka, Ini Kemungkinan Masalah yang Dihadapi Elfran Penembak Kepala Sendiri

Elfran kerja di perusahaan jasa keuangan dan sempat mencairkan uang Rp 150 juta, tapi ada persoalan hingga korban depresi.

SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Elfran Tansjah (28) yang melakukan upaya bunuh diri dengan menembakkan senpira ke kepalanya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Elfran Tansjah (28) yang saat ini masih dalam kondisi kritis karena upaya bunuh diri dengan menembakkan senpira ke kepalanya, bisa dijadikan tersangka jika terbukti tentang kepemilikan senjata api ilegal.

"Ya bisa jadi tersangka, kalau terbukti senpira itu milik Elfran. Karena terkait UU darurat tentang penyalagunaan senjata api," kata Kapolsek Kemuning, AKP Robert P Sihombing SH, Jumat (29/9/2017).

Diketahui, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 mengatur bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Namun dikatakan Kapolsek, dia belum bisa juga terlalu jauh berbicara soal status Elfran, karena kondisinya juga masih di rumah sakit.

Pihaknya saat ini hanya bisa mengambil keterangan dari saksi-saksi terlebih dahulu guna mengungkap asal senpira.

Terbaru yakni, informasi dari saudara sepupu Elfran yang diketahui memang kerap berkunjung dan berkomunikasi dengan korban.

"Pagi hari sebelum upaya bunuh diri, sepupunya itu sempat datang ke rumah korban. Dan dari keterangannya, Elfran ini memang sebelumnya bilang mau mencari senjata api. Untuk itu kita akan periksa lebih lanjut," ujarnya.

Sementara terkait motif dari upaya bunuh diri yang dilakukan alumnus SMAN 17 Palembang dan Universitas Gajah Mada (UGM) itu? Kapolsek pun mengatakan kepastian motif bunuh diri sebenarnya hanya bisa diungkapkan oleh Elfran.

Sebab, informasi beredar di masyarakat, penyebabnya ada yang bilang karena depresi, narkoba bahkan urusan pekerjaan.

Motif terakhir sempat diungkapkan ibu Elfran sewaktu dimintai keterangan oleh anggota sewaktu kejadian.

"Ibunya bilang Elfran ini kerja di perusahaan jasa keuangan dan sempat mencairkan uang Rp 150 juta, tapi ada persoalan hingga korban depresi. Namun ceritanya belum lengkap, karena ibunya belum bisa dimintai keterangan lengkap karena masih shock. Kunci kasus ini ada di ibunya ini, yang penting harus jujur dan jangan ditutup-tutupi," ucap Robert.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved