Ogan Ilir Dilanda Kabut Asap, Akibat kebakaran Lahan. Begini 10 Macam Bahayanya

Ketebalan asap cukup signifikan sehingga membuat jarak pandang diperkirakan kurang dari 150 meter.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Kabut asap menyelimuti kawasan jalan menuju Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu pagi (27/9) pukul 06.00 

Konsentrasi asap yang tinggi di udara akan menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, terutama bagi orang-orang yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Saat seseorang menghirup kabut asap, kemampuan kerja paru-paru akan mengalami penurunan. Akibatnya, seseorang akan mengalami kesulitan bernapas.

2. Kerusakan Paru-paru

 Selain menurunkan kinerja paru-paru, kabut asap juga akan menyebabkan daya tahan paru-paru menjadi turun. Jika udara yang telah tercemar oleh kabut asap terhirup dalam jangka waktu lama, bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami kondisi di mana paru-parunya rentan mengalami kerusakan.

3. Cepat Lelah

Saat kinerja paru-paru menurun dan juga proses pernapasan terganggu, secara otomatis tubuh akan merasa lebih cepat lelah ketika melakukan berbagai jenis aktivitas. Kondisi tersebut terjadi karena pasokan oksigen ke dalam paru-paru berkurang. Alhasil, suplai oksigen ke seluruh tubuh juga menurun. Lebih buruk lagi, berbagai jenis gas dan juga partikel berbahaya justru akan memenuhi paru-paru.

4. Batuk dan juga Iritasi Tenggorokan

Akibat menghirup kabut asap, kapasitas dahak akan mengalami peningkatan. Akibatnya, orang yang menghirup kabut asap akan mengalami gejala batuk. Daya tahan saluran pernapasan dalam mengatasi ataupun mencegah infeksi juga akan menurun. Akibatnya, saluran pernapasan seperti area tenggorokan lebih mudah mengalami infeksi.

5. Memperburuk Gejala Asma

Seseorang yang telah memiliki riwayat penyakit asma sebaiknya menjauh dari area bencana kabut asap. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit asma lebih rentan untuk mengalami kambuhnya gejala asma apabila menghirup kabut asap.

(Baca juga: cara mencegah asma – cara mengobati asma kambuh)

6. Infeksi pada Sistem Pernapasan

Kabut asap yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh secara otomatis akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Kondisi semacam itu tentu akan semakin berbahaya bagi orang-orang yang sejak awal memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Orang tersebut akan lebih rentan mengalami infeksi pada sistem pernapasannya. Dalam jangka pendek, kondisi tersebut bisa saja menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sedangkan dalam jangka panjang dan tergolong kronis, infeksi bisa menyebabkan pneumonia atau yang sering disebut dengan paru-paru basah.

7. Berdampak pada Kinerja Jantung

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung juga sangat rentan mengalami komplikasi jika menghirup udara yang mengandung partikel asap terlalu banyak. Bahkan, orang-orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung pun juga sangat rentan mengalami gangguan fungsi jantung jika terlalu lama menghirup kabut asap.Berbagai partikel yang ada di dalam kabut asap beresiko menginfiltrasi darah manusia. Akibatnya, kinerja jantung akan mengalami gangguan. Kondisi semacam itu sangat mungkin terjadi karena partikel-partikel yang ada di dalam kabut asap sangat kecil. Biasanya, partikel-partikel yang menyusun kabut asap memiliki diameter 10 mikrometer. Semakin kecil ukuran partikel penyusun kabut asap maka akan semakin besar resiko yang ditimbulkan.

8. Iritasi Mata

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved