OTT di BKPSDM Muratara

Polisi OTT Kepala BKPSDM Muratara, Diduga Terkait Pungli Kenaikan Pangkat

"Sementara satu orang Kepala BKPSDM inisial L diamankan. Memang benar ada OTT ini," ujar

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
Handout
BERI KETERANGAN - Kapolres Muratara, AKBP Rendi Surya Aditama membenarkan adanya OTT di Kantor BKPSDM Muratara, Senin (27/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Polres Muratara melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor BKPSDM Muratara
  • Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan Kepala BKPSDM berinisial L.
  • Dalam penggeledahan tersebut, pihak kepolisian dikabarkan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai sebesar Rp500 ribu. 

SRIPOKU.COM, MURATARA – Kepolisian Resor (Polres) Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muratara, Senin (27/4/2026). 

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan Kepala BKPSDM berinisial L.

Kapolres Muratara, AKBP Rendi Surya Aditama, membenarkan adanya penangkapan tersebut. 
Saat ini, L tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Muratara untuk pendalaman lebih lanjut.

"Sementara satu orang Kepala BKPSDM inisial L diamankan. Memang benar ada OTT ini," ujar Rendi saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (28/4/2026).

Kronologi dan Barang Bukti

Operasi ini bermula dari informasi yang diterima Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, mengenai adanya dugaan praktik pemerasan di lingkungan BKPSDM Muratara

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi pada Senin kemarin.

Dalam penggeledahan tersebut, pihak kepolisian dikabarkan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai sebesar Rp500 ribu. 

Uang tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan administrasi kenaikan pangkat pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara.

Meskipun telah membenarkan adanya penangkapan, AKBP Rendi Surya Aditama belum bersedia memberikan rincian lebih mendalam terkait modus operandi.

"Untuk datanya masih kami rapikan dan lidik lanjut. Ada beberapa bukti yang diamankan, tapi masih kita dalami dan masih kembangkan," tutupnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved