Berita Prabumulih

Pasien RS AR Bunda Prabumulih Ambil 'Jalan Pintas' saat Penyakit yang Dideritanya Tak Kunjung Sembuh

Setelah berhari-hari berjuang melawan rasa sakit di balik dinding RS AR Bunda Prabumulih, Marsidi (62) sudah berada diambang pintu kepulangan. 

Penulis: Edison Bastari | Editor: Yandi Triansyah
dokumentasi Polisi
EVAKUASI KORBAN - Petugas kepolisian Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur melakukan evakuasi mayat yang merupakan pasien diduga bunuh diri di ruang perawatan RS AR Bunda kota Prabumulih, Selasa (28/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Marsidi seorang pasien RS AR Bunda Prabumulih ditemukan tewas di kamar mandi Ruang Ibnu Sina. 
  • Kakek 62 tahun itu diduga depresi setelah penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, sehingga mengambil jalan pintas.
  • Jasadnya pertama kali ditemukan oleh sang anak Yadi Hartono yang terbangun dari tidurnya tak mendapati sang ayah berada di ranjang rumah sakit. 
  • Marsidi rencanya hari ini atau besok sudah diperbolehkan pulang ke rumah, setelah melewati masa kritis di ruang ICU. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Setelah berhari-hari berjuang melawan rasa sakit di balik dinding RS AR Bunda Prabumulih, Marsidi (62) sudah berada diambang pintu kepulangan. 

Namun takdir berkata lain di ruang perawatan Kelas III Kamar I. 

Dini hari yang tenang di Ruang Ibnu Sina mendadak pecah. 

Sang anak Yadi Hartono (41) yang terbangun mendapati ranjang di sampingnya telah kosong. 

Rasa kantuknya sirna berganti kecemasan saat melihat pintu kamar mandi terkunci rapat di dalamnya.  

Ketukan pintu yang tak kunjung dijawab memaksa Yadi bertindak nekat. Dengan sisa tenaga dan firasat buruk, ia mendobrak pintu tersebut. 

Di sana, di balik pintu kayu yang sempit, ia harus menghadapi kenyataan pahit, sang ayah telah pergi selamanya, tergantung pada sehelai kain batik coklat yang menjadi saksi bisu akhir hidupnya.

Padahal ia baru saja melewati masa kritis di ruang ICU setelah melewati meja operasi. 

Bahkan ia sudah dipindahkan ke ruang inap. 

Namun kondisi itu tak cukup bagi pria 62 tahun tersebut. 

Penyakit yang dideritanya bukan hal yang baru, sebab tiga tahun sebelumnya ia pernah menjalani operasi serupa. 

Saat penyakit itu kembali datang menghantam, depresi tampaknya ikut menyelinap dan membuat Marsidi mengambil jalan pintas. 

Sementara itu, Humas RS Ar Bunda Prabumulih, Martini ketika diwawancarai membenarkan adanya kejadian dan korban merupakan pasien yang sedang dalam perawatan pasca operasi. 

"Hari ini sudah hari keempat, rencana hari ini atau besok sudah diperbolehkan dokter pulang. Kami dari pihak rumah sakit turut berduka cita atas kejadian ini, kami pihak rumah sakit shock karena belum pernah kejadian seperti ini," ungkapnya berharap tidak terjadi lagi kedepannya. 

Martini mengatakan saat kejadian pihaknya langsung koordinasi dengan kepolisian yang langsung turun dan karena RS Bunda keterbatasan untuk visum sehingga dibawa ke RSUD Prabumulih. "Saat kejadian yang jaga korban anaknya, namun kita ada dokter jaga dan perawat jaga yang selalu monitor. Pastinya kejadian malam dan pasien ini bedrest yang semestinya ada apa-apa pencet bel dan semua tindakan harus izin petugas," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved