OPINI Negarawan Teladan

Mengenal Lebih Jauh Tentang Bung Hatta Sosok Negawaran Teladan & Cerita Hadiah Mobil Mercedes

Setiap memasuki Agustus, bangsa Indonesia diingatkan kembali ke latar belakang berdirinya NKRI yakni 17 Agustus 1945

Editor: Salman Rasyidin
ist
Prof. H. Jalaludin 

BUNG HATTA SOSOK NEGARAWAN TELADAN

Prof. Dr. H. Jalaluddin

Mantan Rektor IAIN (UIN) Raden Fatah Palembang

Setiap memasuki bulan Agustus, bangsa Indonesia diingatkan kembali ke latar belakang berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Latar belakang sejarah Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebagai pernyataan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Sejarah adalah catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab akibatnya, jelas Ibnu Khaldun.

Dari berbagai definisi tentang sejarah terangkum tiga unsur penting, yakni manusia, ruang dan waktu.(Ratna Hapsari dan M. Adil, 2013).

Dalam sejarah, unsur manusia terkait erat dengan fungsi dan perannya sebagai "pelaku" dalam peristiwa sejarah itu sendiri.

Atas aktivitasnya itu ia dikenal sebagai sosok penting dalam peristiwa tersebut.

Salah seorang sosok penting dimaksud, dalam sejarah Indonesia, adalah Dr. H. Muhammad Hatta atau yang lebih populer dikenal sebagai Bung Hatta.

Muhammad Hatta
Muhammad Hatta (ist)

Dr. H. Muhammad Hatta dilahirkan pada 12 Agustus 1902 di Batu Ampar, Bukittinggi (Sumatera Barat).

Nama kecil yang diberikan orang tuanya adalah Mohammad Athar, dan Athar sendiri artinya "Harum."

Namun karena pengaruh lingkungan yang sulit melafazkan kata Athar, maka muncul panggilan sehari-hari "Atta."

Selanjutnya berkembang menjadi "Hatta."

Orangtua Hatta pedagang dan sekaligus ulama di daerahnya.

Pendidikan diawali dari ELS (Eropeesche Leger School) sekolah dasar untuk anak-anak keluarga Eropa, dan tamat tahun 1916.

Lalu melanjutkan ke sekolah menengah pertama, MULO ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) dan selesai tahun 1919, Setelah itu ke Sekolah Menengah Dagang di Jakarta, hingga tahun 1921.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved