OPINI
Jelang Kemerdekaan RI, Hari Keramat Membawa Rahmat
Kita sering melupakan bahwa banyak hikmah yang kita peroleh setelah 72 tahun mengenyam kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.
HARI KERAMAT MEMBAWA RAHMAT
Drs. HM Daud Rusjdi AW
Penulis, Da'i Bidtadwin/Pengurus Masjid Al Qodr Panca usaha.
Kita sering melupakan bahwa banyak hikmah yang kita peroleh setelah 72 tahun mengenyam kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.
Sebagaimana kita ketahui dalam rjalanan waktu yang cukup panjang, yakni semenjak bangsa kita Indonesia memproklamerkan diri dari penjajahan bangsa lain hingga hari ini, berbagai kemajuan di segala bidang telah dapat kita capai.
Kemajuan di bidang politik misalnya, kita telah mampu membentuk dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam bidang Pertahanan dan Keamanan, kita telah berhasil menyelamatkan dan menjaga bangsa dan Negara ini dari berbagai ancaman dan rongrongan yang ingin memecah-belah dan mengadu-domba, sehingga kita dapat terus membangun negeri ini.
Di bidang ekonomi, kita telah berhasil membangun ekonomi rakyat, sehingga kesejahteraan rakyat semakin meningkat, bahkan dari segi pangan kita telah mampu berswasembada beras.
Kemudian di bidang tektologi dan industri, kita telah mampu membangun berbagai industri yang berteknologi tinggi, bahkan telah berhasil membuat pesawat terbang dan kapal laut, yang semua rancang bangunnya adalah hasil karya putra putri bangsa kita sendiri.
Kemajuan-kemajuan yang telah dicapai bangsa Indonesia itu adalah benar-benar berkat rahmat Allah semata.
Tanpa rahmat dan izin Allah, tidak mungkin kemajuan-kemajuan tersebut dapat dicapai.
Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita sebagai bangsa Indonesia dan sebagai umat Islam khususnya, bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberi rahmat begitu besar kepada kita.
Perlu kita ketahui bahwa salah satu hal yang membawa nama suatu bangsa menjadi besar, luhur dan terhormat, ialah karena bangsa itu pandai mensyukuri karunia Allah SWT.
Firman Allah dalam QS.Al Baghoroh 152 : "karena itu ingatlah kamu kepadaKu niscara Aku akan ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu"
Bersyukur kepada Allah SWT atas karunia kemerdekaan, tidak cukup dengan mengucapkan Alhamdulillah dan ramai-ramai memasang lampu-lampu gemerlapan dan umul-umbul di depan rumah sewaktu 17 Agustusan saja.
Namun lebih jauh lagi, bersyukur mengandung makna yang sangat mendalam, yang benar-benar dirasakan dan diakui dalam hati serta menuntut bukti syukur dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Bersyukur menurut Islam disamping diucapkan dengan lisan, juga yang lebih penting ialah mempergunakan karunia Allah itu ke jalan yang dikehendaki Nya dan di jalan yang benar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/daud_20170714_100803.jpg)