OPINI

Jelang Kemerdekaan RI, Hari Keramat Membawa Rahmat

Kita sering melupakan bahwa banyak hikmah yang kita peroleh setelah 72 tahun mengenyam kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.

Editor: Salman Rasyidin

Walaupun seseorang mengucapkan syukur beribu-ribu kali, tetapi dalam kenyataannya, ia mempergunakan karunia Allah itu pada jalan yang bertentangan dengan kehendak Allah, berarti ia telah menghianati nikmat dan membohongi Allah.

Mensyukuri nikmat kemerdekaan, berarti kita harus dapat memanfaatkan peluang kemerdekaan, menggunakan hasil-hasil pembangunan dan kemajuan teknologi ke jalan yang diridhoi Allah.

Dan tentunya jalan itu ialah jalan yang membawa kesejahteraan dan kemakmuran semua rakyat, bukan jalan yang hanya untuk golongan atau orang-orang tertentu saja.

Kita sangat prihatin, karena masih banyak para pejabat negeri ini, termasuk wakil-wakil rakyat yang katanya dihormati, yang secara berkelompok atau berjamaah, mempergunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri.

Mereka lupa atau melupakan diri, bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu adalah bertentangan dengan tuntunan Agama dan kelak akan disiksa oleh Allah SWT.

Sementara kita masih melihat lebarnya jurang pemisah di masyarakat kita.

Di satu sisi tidak sedikit masyarakat kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, sedangkan di sisi lain ada yang hidup bermewah-mewah, glamour dan menumpuk kekayaan secara berlebihan, melalui jalan menggerogoti uang rakyat, seperti kebanyak pejabat baik di pusat maupun di daerah-daerah.

Hal seperti ini berarti, kita secara nyata belum melaksanakan syukur sesuai dengan kehendak Allah SWT, terutama kepada mereka yang senang bermain-main dengan KKN.

Karena itu dalam kehidupan ini marilah kita mawas diri serta merenungi apakah hasil-hasil pembangunan dan kemajuan teknologi yang kita capai selama ini, sudah kita jalankan sesuai dengan kehendak Allah SWT atau belum.
Hal ini harus kita lakukan agar kita tidak terjebak menjadi penghianat dan kufur nikmat.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Anfal- 27: "hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul Muhammad, dan janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".

Bahayanya bila kita mengkufuri dan menghianati nikmat kemerdekaan dan nikmat kemajuan yang diberikan Allah, dalam Al Quran Allah SWT mengancam kita dengan bala bencana yang amat mengerikan, baik bencana yang langsung dapat dirasakan di dunia, seperti pergolakan rakyat, kehancuran ekonomi, musibah banjir dan lain-lain,
maupun bencana yang akan dirasakan di akhirat nanti.

Semua ini merupakan murka Allah.

Karena itu agar kita terhindar dari murka Allah, negeri kita selamat dari kehancuran, perjuangan kemerdekaan tidak berubah menjadi pergolakan.

Hasil-hasil pembangunan dan kemajuan teknologi tidak berubah menjadi bencana, serta kemakmuran tidak berbalik menjadi kesengsaraan, maka marilah kita benar-benar mensyukuri nikmat-nikmat ini.

Kita laksanakan hak-hak rakyat sesuai dengan amanat, dan kita ciptakan keadilan dan kemakmuran yang sungguh-sungguh adil dan merata, agar kita tidak kufur nikmat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved