Kerupuk Kayuagung Asli Ikan Gabus, Rasa Ikannya Jelas Terasa

Cukup menyusuri jalan pinggiran Sungai Komering akan langsung terlihat toko bernama Toko Ema Mulyadi.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Toko Ema Mulyadi menjual kerupuk dan kemplang ikan gabus. 

Harga ini sudah 3 tahun terakhir masih tetap bertahan, walaupun ada bahan baku ini ada yang murah.

Karena, ikan gabus kerap kali ada kenaikan harga,” ujar Rosdiah yang menyebutkan jika pembeli kerupuk ikan gabus ini berbagai negara sudah datang di toko Ema Mulyadi hanya untuk membawa oleh-oleh kemplang.

“Orang dari Mekkah sudah pernah datang hanya untuk membeli kerupuk.

kemplang4
(SRIPOKU.COM/MAT BODOK)

Kalau kabupaten tetangga dan Sumatera Selatan setiap hari datang untuk membawa oleh-oleh ke Pulau Jawa,” tutur Aisyah.

Usaha kerupuk ikan gabus ini sudah menjadi turun temurun dari sang nenek, Almarhumah Syifa, dan kini dipegang oleh Ema sejak tahun 1997.

Mulai dari modal kecil-kecilan hingga sekarang bertahan dengan karyawan 16 orang terdiri 2 laki-laki dan 14 tenaga perempuan.

Diungkapkan Aisyah, untuk pembuatan kerupuk dan kemplang tergantung bahan baku seperti ikan dan lebih penting faktor cuaca.

“Kerupuk disini khusus ikan gabus, untuk mendapatkan ikan gabus sudah ada langganan dari Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Kayuagung sendiri,” tutur Aisyah yang menjamin ikan asli ikan gabus karena rasanya lebih jauh enak dibanding ikan jenis lainnya.

Salah seorang pelanggan, Hj. Ucu Komariah, Sabtu (5/8/2017) sengaja datang ke toko Ema Mulyadi hanya untuk membeli kemplang sekedar oleh-oleh pulang ke Jawa.

“Kalau pulang ke Jawa dipastikan saya membawa oleh-oleh kemplang dan kerupuk ikan gabus.

Kalau tidak membawa kemplang rasanya ada yang kurang,” ucap Ucu yang mengakui mengapa dirinya membeli kerupuk disini karena rasanya enak, gurih, dan renyah sangat berbeda dengan kerupuk yang di jual dipasaran.

Salah seorang anak, Siti Fatimah, melihat kamera saat mengambil gambar kemplang dan kerupuk.
Salah seorang anak, Siti Fatimah, melihat kamera saat mengambil gambar kemplang dan kerupuk. (SRIPOKU.COM/MAT BODOK)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved