Ramadan 2017
OPINI : Kontinyuitas Amaliyah Ramadan
Tak terasa kita sudah memasuki hari-hari terakhir bagian sepuluh hari yang ketiga dari bulan suci puasa Ramadan
utama dalam zakat adalah misi keadilan sosial.
Tidak salah, jika dalam misi ini, perombakan struktur menuju tatanan yang berkeadilan sosial dijadikan cita ideal Islam sepanjang zaman.
Seluruh energi dalam zakat, semestinya diabdikan untuk pengentasan kemiskinan. Karenanya, pilihan zakat fitrah jenis produktif (dalam bentuk pemberian modal misalnya), daripada zakat
konsumif sudah seharusnya dijadikan rujukan utama. Demikian ini karena Islam menghargai usaha-usaha produktif manusia, yang dalam Islam dilukiskan sebagai "karunia Allah SWT".
Selain itu, zakat adalah pemutus mata rantai di antara orang yang berpuasa. Karena dengan zakat puasa seseorang yang masih "bergantung" antara langit dan bumi, diterima Allah SWT. Dari
Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda; Puasa seseorang bergantung/melayang di udara/kawasan antara langit dan bumi, hingga ditunaikan sedekah/zakat fitrahnya (Zubdah).
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda; "Siapa membayar zakat fitrah, maka ia diberi 10 perkara; 1). Tubuhnya suci dari segala macam dosa; 2). Dibebaskan dari siksa api neraka; 3).
Penyempurna setiap kekurangan pelaksanaan puasa yang kita lakaukan; 4). Ia dipastikan masuk syurga; 5). Selamat ketika bangkit dari kubur; 6). Diterima amal baiknya selama setahun; 7).
Memperoleh syafaat Nabi SAW; 8). Melintas di atas shirat laksana kilat; 9). Ketika di mizan Allah, amal ibadahnya sangat berat; dan 10). Allah SWT
menghapus namanya dari buku catatan orang yang celaka.
Tinggal menghitung hari.
Puasa Ramadan akan meninggalkan kita. Banyak pelajaran yang dipetik selama menjalankan ibadah puasa Ramadan ini. Puasa Ramadan telah mengajarkan kita pentingnya
pengendalikan hawa nafsu dari maksiat atau mawas diri. Kemampuan mengendalikan hawa nafsu adalah modal dasar yang sangat diperlukan untuk menjadi individu dan masyarakat yang
kuat.
Baik atau buruknya perjalanan hidup satu masyarakat atau bangsa akan ditentukan oleh tingkat kemampuan masyarakat atau bangsa tersebut mengendalian hawa nafsu.
Ramadan juga mengajarkan kita bahwa mentaati perintah Allah harus secara komprehensif (kaffah) dan konsisten (istiqomah). Pasca Ramadan, kita konsisten untuk selalu berzikir dan
membaca al Qur’an, kita jauhi dusta dan kebohongan, kita sibukkan kaki menuju masjid, dan kita sibukkan tangan untuk bersedekah. Madrasah Ramadan juga mengajarkan kita menjaga
kerjasama (ta’awwun) dan persaudaraan (ukhuwah). Amaliyah ini direfleksikan dengan shalat taraweh berjamaah yang kita laksanakan. Insya Allah, pasca Ramadan ini shalat berjamaah di
masjid tetap kita lestarikan guna merekatkan jalinan silaturahmi antar umat Islam sebagai ummatan wahidah.
Bulan suci Ramadan merupakan hadiah dari Allah untuk orang-orang beriman selama satu bulan dalam setahun. Hadiah Rabbaniyah agar derajat dan kualitas kemanusiaan meningkat,
sehingga menjadi orang-orang yang bertakwa. Dengan datangnya bulan Ramadahan, Allah SWT memberikan tambahan gizi kekuatan iman dan ruhiyah. Dengan demikian, harus kita sadari
bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan dan latihan, keberhasilan ibadah Ramadan justru tidak hanya terletak pada amaliyah Ramadan yang kita kerjakan dengan baik, tapi yang juga
sangat penting adalah bagaimana menunjukkan adanya peningkatan takwa yang dimulai dari bulan Syawal hingga Ramadan tahun yang akan datang.
Demikian sekelumit rangkaian pelajaran dari madrasah Ramadan. Insya Allah di hari yang Fitri ini kita tidak termasuk orang-orang yang hanya memperoleh haus dan lapar semata, tetapi
termasuk golongan yang memperoleh sertifikat takwa. Hanya jiwa takwa yang dapat memberikan kesejahteraan pada pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa kita.
Akhirnya, saya selaku pribadi dan keluarga memohon perkenan kiranya membukakan pintu hatinya untuk memaafkan kesalahan kami, baik sengaja maupun tidak sengaja. Selamat Idul
Fithri 1438 H, Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamaku, wa ja'alanallahu minal 'aidin wal faizin. Mohon Maaf Lahir Bathin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ruwahan_20170519_135036.jpg)