Pemprov Sumsel dan DPRD Sumsel Dukung Pengembangan Polsri
Saat ini Polsri Kampus Bukit Besar memiliki lahan 12 hektare termasuk perumahan dirasakan sekarang sudah sempit untuk pengembangan.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna memaksimalkan penerapan pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang terampil, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) masih membutuhkan pengembangan, terutama area lahan.
"Animo yang mau masuk Polsri terus meningkat. Daya tampung terbatas 2.300-an. Termasuk labor kita perlu dilakukan pengembangan. Minimal 1 mahasiswa 1 alat sehingga prakteknya maksimal. Kalau selama ini 4-5 orang 1 alat. Alat laboratorium kita banyak yang sudah tua. Perlu pengadaan baru. Lembaga yang mencetak keahlian, masih berat," ungkap Direktur Polsri (Politeknik Negeri Sriwijaya) Dr Ing Ahmad Taqwa MT melalui Humas Polsri Edi Aswan, Jumat (19/5/2017).
Saat ini Polsri Kampus Bukit Besar memiliki lahan 12 hektare termasuk perumahan dirasakan sekarang sudah sempit untuk pengembangan.
Upaya untuk pemaksimalan lahan pun sudah dilakukan seperti untuk pengembangan gedung sipil dan mesin yang tadinya 2 lantai menjadi 3 lantai.
Ini setelah melihat konstruksi masih bisa 1 lantai.
"Maunya ke Pemprov Sumsel hibah lahan di kawasan Musi II, namun rupanya belum bisa. Kemarin ada penambahan lahan 6.000 meter di Sungai Sahang dekat SMA Kartini dibangun 2 lantai untuk Manajemen Informatika. Rencana gedung MI pindah ke sana," terangnya.
Edi Aswan membenarkan Polsri mencetak SDM putra daerah yang terampil.
Terbukti dengan lulusannya selama ini. Bahkan mahasiswa semester 6 saja sudah dipesan untuk kerja.
"Ciri khas program kita, perusahaan butuhnya apa dilakukan kerjasama. GMF Garuda kita ada kelasnya. Tamat DIII maintenance butuh 1 tahun untuk aircraftnya. Punya sertifikat Amto. Tamat dari Polsri dapat ijazah Polsri dan berstifikat Amto. Mereka diuntungkan. Tamat langsung kerja mengurangi biaya pelatihan. PLN juga seperti itu. Kalau dukungan dari perusahaan memahami itu sesuai dengan kebutuhan," paparnya.
Diakuinya paling tidak untuk melakukan pengembangan yang maksimal, Polsri membutuhkan areal 10 hektare untuk kampus baru.
"Apalagi kampus sekarang ini sudah padat. Butuh lahan perlu bangun laboratorium. Hanggar untuk mesin pesawat lagi dibangun. Kalau lahan luas sebetulna bisa tarok pesawat yang asli. Untuk pesawatnya diharapkan bisa hibah dari GMF," terangnya.
Polsri setiap tahunnya menerima 2.300-an mahasiswa di 22 program studi.
11 prodi di antaranya diploma III, dan 11 Sarjana Terapan (DIV).
Penerimaan mahasiswa baru itu sendiri dari jalur PMDK, UMPN, dan mandiri.
Kalau sekarang kuota meningkat dengan adanya program sarjana terapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gedung-kampus-politeknik-negeri-sriwijaya-polsri_20170519_145707.jpg)