Kegempaan GAD Menurun Signifikan, Status Masih Tetap Waspada

Meski kegempaan vulkanik menurun, namun kemunculan tremor masih terjadi terus menerus, akan tetapi amplitudo-nya (jarak terjauh simpangan dari titik

Kegempaan GAD Menurun Signifikan, Status Masih Tetap Waspada
POS PEMANTAU GAD
Petugas Pos Pemantau GAD saat melakukan pengecekan alat perelam aktivitas GAD (Siesmograf). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Berdasarkan hasil rekaman alat seismograf sepekan terakhir, pasca meningkatnya status Gunung Api Dempo (GAD) menjadi level II Waspada, tercatat kegempaan vulkanik dalam dan vulkanik dangkal Gunung Api Dempo sejauh ini mengalami penurunan signifikan.

Namun status GAD belum mengalami penurunan dan masih berada di level II Waspada.

Hal ini diungkapkan Ketua Pos Pemantauan Gunung Api Dempo, Mulyadi ditemui di Pos Pemantauan, Senin (17/4/2017).

Dijelaskan Mulyadi, meski kegempaan vulkanik menurun, namun kemunculan tremor masih terjadi terus menerus, akan tetapi amplitudo-nya (jarak terjauh simpangan dari titik keseimbangan) masih terbilang kecil.

"Tremor merujuk kepada istilah getaran akibat adanya gerakan di bawah permukaan bumi yang tidak bergerak secara mendadak. Atau dengan kata lain, bergerak sedikit demi sedikit. Gerakan yang sedikit demi sedikit ini walaupun tidak harus menyebabkan gempa namun dapat menyebabkan bumi tergetar," jelasnya kepada Sripoku.com.

Hasil rekaman alat kegempaan seismograf mencatat sejak sepekan terakhir, pada hari Sabtu (15/4/2017) tercatat kegempaaan dan berupa embusan yang dikeluarkan dari kawah Gunung Api Dempo.

"Terjadi sebanyak 3 kali embusan, 1 kali tektonik jauh, 1 kali tektonik lokal. Lalu tercatat 7 vulkanik dangkal dan 5 kali vulkanik dalam," kata Mulyadi.

Namun pastinya fenomena alam tidak bisa ditebak. Akan tetapi Pos Pemantauan Gunung Api Dempo tetap mengintensifkan pemantauan terhadap aktivitas kekinian kondisi Gunung Api Dempo, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu, diimbau semua aktivitas pendakian ke kawasan puncak Gunung Api Dempo sementara ini tidak diperbolehkan atau dihentikan demi keselamatan.

Jarak aman dampak letusan saat ini hanya berjarak radius 0-1 hingga 0-3 kilometer, tidak boleh ada aktivitas dari bibir kawah Merapi-Dempo.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved