Buya Menjawab

Umroh Sebelum Ibadah Haji

Ada kecenderungan umat Islam melakukan umroh sebelum memperoleh giliran untuk menunaikan ibadah haji (Nomor Porsinya jauh bisa-bisa 2023). Apa diboleh

Umroh Sebelum Ibadah Haji
Associated Press/Mosa ab Elshamy
Ilustrasi, Kabah di Mekkah, Saudi Arabia. 

SRIPOKU.COM - Assalamualaikum.Wr.Wb.
BUYA, ada kecenderungan umat Islam melakukan umroh sebelum memperoleh giliran untuk menunaikan ibadah haji (Nomor Porsinya jauh bisa-bisa 2023). Apa dibolehkan dalam hukum Islam? Kemudian ketika menunaikan ibadah haji sementara menunggu wukuf di Arofah, calon jamaah haji melakukan Umroh berulang-ulang, apa hukumnya? Mohon penjelasannya buya. Terimakasih. 08527329xxxx

Berita Lainnya:  Berangkat Umrah, Langsung dari Palembang ke Jeddah

BUYA MENJAWAB:
Assalamualaikum.Wr.Wb
PERTANYAAN ananda yang pertama bolehkah melakukan Umroh sebelum memperoleh giliran/kesemptan menunaikan ibadah haji. Jawabnya dibolehkan, mengacu kepada apa yang dilakukan Rasulullah Saw. bahwa beliau melakukan ibadah Umroh di bulan Dzulqaidah sebelum melakukan ibadah Haji wada';

Pertama: Umroh Hudaibiyah tahun ke enam hijrah.

Kedua: Umrah qadha tahun ke tujuh hijrah.

Ketiga: Umrah dari Ji’ranah tahun ke delapan H.

Keempat: Umrah ketika melakukan hajjatul wada'. Dalam pelaksanaan haji tersebut beliau melakukan haji qiran, yaitu haji dan umrah
dilakukan bersamaan. Haji qiran kena dam. (Tafsir Ibnu Katsier Vol.I PT. Bina Ilmu Surabaya Cet ke 2 Terjemahan hlm.345.)

Pertanyaan kedua, melakukan umrah berulang-ulang sementara menunggu saat wukuf di 'Arofah 9 Dzulhijjah.

Apabila mengacu kepada surah Al-Baqarah ayat 196 yang artinya: "Sempurnakanlah amal haji dan Umrah itu semata-mata karena Allah. Maka bila kalian terhalang, maka kerjakan seringannya dari sembelihan hadi, dan jangan mencukur rambut kepalamu hingga sampai hadi itu ditempatnya. Maka siapa diantara kalian sedang sakit atau terganggu oleh kutu kepala, maka harus membayar fidyah (yakni jika terpaksa akan cukur sebelum tahallul), yaitu puasa tiga hari, atau memberi makan pada enam orang miskin, tiap orang setengah sha' (1 kilo seperempat) atau menyembelih satu kambing. Maka jika kalian merasa aman, maka siapa yang melakukan tamattu’ yaitu melakukan umrah lalu bertahallul, menunggu masanya haji maka harus membayar dam, maka harus puasa tiga hari dan tujuh hari setelah kembali ke daerahnya, maka itu semuanya sepuluh hari cukup. Itu bagi keluarganya bukan penduduk Masjidil haram (Haram Makkah), dan bertawakkallah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah itu sangat berat siksa-Nya." (Al-Baqarah: 196).

Dari surah 196 di atas dapat dipahami bahwa Haji Tamattuk yang melaksanakan Umrah terlebih dahulu sebelum wukuf di ‘Arafah, kena dam seekor kambing atau puasa sepuluh hari (tiga hari ditanah haram dan 7 hari di tanah air sekembalinya dari menunaikan iabadah haji), maka bagi calon jamaah haji yang melakukan umrah berulang-ulang sebelum wukuf di Arafah ada beberapa pendapat;

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved