Lulus SNMPTN tapi Mengundurkan Diri Bisa Rugikan Sekolah

Anis mengatakan, penentuan lulus atau tidaknya siswa pada seleksi SNMPTN tidak berdasarkan rangking, tetapi juga dilihat keaktifan siswa.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SITI OLISA/DOKUMEN
Rektor Unsri, Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Universitas Sriwijaya sebagai panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menegaskan kepada sekolah memastikan siswanya yang lulus tidak mengundurkan diri.

Kalaupun ada siswa yang lulus SNMPTN namun mengundurkan diri, sekolah bersangkutan harus segera membuat pemberitahuan kepada panitia dan akan diteruskan ke pusat.

Rektor Universitas Sriwijaya, Anis Saggaff, Selasa (9/3) mengatakan, sekolah akan mendapat sanksi dari pusat dalam bentuk pengurangan kuota penerimaan calon mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN yang mengundurkan diri jika sekolah tidak melaporkan ke pihak panitia.

"Jika ada temuan seperti ini, kami mengharapkan agar sekolah melaporkannya ke panitia SNMPTN dengan mencantumkan surat permohonan khusus untuk siswa yang dinyatakan lulus namun tidak ingin mendaftar ulang atau mengundurkan diri. Apabila tidak ada laporan sama sekali atau kepala sekolah tidak mengirimkan surat, maka kemungkinan pemberian sanksi bisa terjadi. Namun jika ada, maka pihak panitia pusat bisa mengetahui alasannya sehingga kemungkinan terkena sanksi dapat dihindari," ujarnya.

Anis mengatakan, setelah pengisian PDSS yang dilakukan oleh sekolah dan baru selesai pada 6 Maret lalu, akan dilakukan proses seleksi mulai 16 Maret sampai 15 April mendatang.

"Pengumuman akan dilakukan pada 26 April mendatang," ujarnya.

Anis mengatakan, jika penentuan lulus atau tidaknya siswa pada seleksi SNMPTN tidak berdasarkan rangking, tetapi juga dilihat keaktifan siswa.

"Setiap siswa yang lolos dari SNMPTN ini merupakan proses seleksi murni dari penyeleksian sistem panitia pusat. Sehingga tidak ada sangkut paut dengan rangking atau status sekolah, sebab semua diatur oleh sistem secara langsung," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 6 Palembang Maryati, mengatakan untuk tahun lalu ada 68 siswanya yang diterima dibeberapa PTN di Indonesia melalui jalur SNMPTN.

"Tahun ini kuota sekolah akreditasi A yang bisa ikut SNMPTN memang sudah berkurang yakni dari 75 persen menjadi 50 persen saja. Sehingga jumlah mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN juga berkurang dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved