Latih Keterampilan Memasak dan Kemandirian Anak

Para siswa SD sampai SMP ditantang untuk memasak makanan Program "cooking day" di Paramount School.

Latih Keterampilan Memasak dan Kemandirian Anak
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Siswa Paramount School mengikuti kegiatan cooking day yang dilaksanakan oleh sekolah untuk melatih kemampuan memasak. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Para siswa SD sampai SMP ditantang untuk memasak makanan Program "cooking day" di Paramount School. Khusus untuk siswa tingkat SD, kegiatan memasak didampingi oleh guru kelas.

"Kegiatan cooking day ini merupakan ajang untuk mengasah keterampilan memasak siswa. Anak-anak akan memasak makanan dengan bahan utama tepung terigu, mulai dari masak bakwan, pancake, donat, kue lapis, pizza dan masakan lainnya," ungkap Koordinator Cooking Day, Dinda Windiastari, Minggu (12/2/2017).

Dinda mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa mulai dari tingkat SD sampai tingkat SMP. Diambil dari semua kelas yakni sebanyak 200 termasuk wali kelas (guru), dengan total yang ikut ada 26 kelas. Selain belajar memasak, kegiatan cooking day ini juga dilakukan agar anak-anak mengenal bahan-bahan pembuat makanan.

"Jadi mengenai bahan sendiri, sebagian ada yang membawa bahan dari rumah sendiri, sebagian lagi ada yang disiapkan oleh pihak sekolah," terangnya.

Setelah mereka menyelesaikan masakannya, lalu satu persatu masakan mereka akan dikumpulkan, dan kemudian pihaknya akan melakukan tim penilaian. Bagi masakan yang dinilai unik, enak dan bahannya mudah dibuat, akan diberikan sebuah reward atau hadiah bagi peserta tersebut.

"Harapan kita pihak sekolah dengan cooking day, anak-anak ini bisa melatih belajar mandiri, dan melatih kekompakan diantara teman sekelasnya. Kalau untuk tahun depan nanti, mungkin tema yang akan diberikan akan lebih menarik lagi, kita maunya nama masakan para peserta bisa unik sendiri," ujarnya.

Sementara itu, peserta cooking day tingkat SMP kelas 3A Eca Annisa Fairuz dan Dimas Renaldi mengatakan cooking day adalah dimana para murid Paramount memasak terus dimakan bersama-sama. "Kalau masakannya kita membuat bakwan Spanyol, bedanya lebih besar dan isinya ada kornet," katanya.

Kalau masak ini lebih mudah, kemungkinan beberapa anggota ada yang menerapkan di rumah. "Optimis menang meskipun saingannya berat semua, tergantung keahlian memasak, percuma ide bagus tapi pas praktek memasakannya tidak bisa," tandasnya. (Editor: Abdul Hafiz)

Penulis: Siti Olisa
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved