Benarkah Classmeeting Kegiatan Sia-sia?

Begitu ujian semester kelar, kebanyakan sekolah masih mengharuskan pelajarnya untuk datang. Alasannya ada kegiatan classmeeting.

Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Ilustrasi clasmeeting di salah satu sekolah di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Begitu ujian semester kelar, kebanyakan sekolah masih mengharuskan pelajarnya untuk datang.

Alasannya ada kegiatan classmeeting. Semua pelajar wajib untuk berpartisipasi.

Seperti yang sekarang sedang dilakukan banyak sekolah di Palembang.

Sayangnya, tak sedikit yang menilai kegiatan yang identik dengan olahraga itu hanya kegiatan sia-sia.

Namun, ada beberapa manfaat yang sebenarnya bisa berguna untuk para pelajar itu sendiri.

Dikatakan salah satu psikolog di Palembang, M Uyun, salah satu manfaat yang bisa didapat dari classmeeting adalah pelajar bisa lebih mengenal teman satu sekolahnya.

Hal tersebut mungkin saja sulit didapat di jam pelajaran sekolah sehingga pelajar paling banter hanya kenal dengan teman satu kelas.

"Momen-momen seperti classmeeting, gotong royong di sekolah, atau momen lain sebenarnya ada tujuan tersendiri dari para guru. Mereka menginginkan pelajarnya bisa saling kenal sembari melakukan aktivitas positif bagi pelajar itu sendiri," kata Uyun, Kamis (8/12/2016).

Tidak seperti jam pelajaran formal, Uyun mengatakan, kegiatan classmeeting membuat pelajar lebih banyak berada di luar kelas.

Entah itu mengikuti perlombaan olahraga antar kelas yang sedang berlangsung, bisa pula sekedar berkeliling di halaman sekolah.

Semua bentuk kegiatan itu membuat seorang pelajar bisa tahu siapa-siapa pelajar yang ada di sekolahnya dan tak menutup kemungkinan bisa saling berkenalan.

Tentu saja, lanjut Uyun, para guru wajib mengawasi semua aktivitas pelajarnya selama classmeeting berlangsung.

Bebasnya para pelajar berkeliaran di halaman sekolah tentu berpotensi mereka melakukan hal-hal negatif.

Alangkah baiknya para guru tetap memberlakukan pengawasan ketat seperti halnya saat pelajaran normal supaya para murid bisa segera ditegur apabila mulai melakukan hal-hal yang tidak benar.

Uyun juga berharap, momen classmeeting atau momen lain dimana para murid tidak berada di dalam kelas dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved