Buya Menjawab

Beda Tata Cara Salat Jumat

Saya perhatikan dibeberapa masjid berbeda tata cara pelaksanaan salat Jumat. Ada yang azannya hanya satu kali ketika khatib sudah di atas mimbar, sehi

Editor: Bedjo
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
UST. Saya perhatikan dibeberapa masjid berbeda tata cara pelaksanaan salat Jumat. Ada yang azannya hanya satu kali ketika khatib sudah di atas mimbar, sehingga tidak ada kesempatan untuk salat qabliah Jumat dan ada yang dua kali azan. Masjid yang dua kali azan ada kesempatan salat qabliah Jumat setelah azan pertama. Setelah selesai salat Jumat ada yang langsung berdoa dipimpin oleh imam dan ada yang zikir dahulu baru berdoa, dan ada yang berdoaa masing-masing. Mohon penjelasan ustadz. Terimakasih. 08953254xxxx

Berita Lainnya:  Bagaimana Jika Urutan Salat Jumat tidak Sempurna ?

BUYA MENJAWAB:
Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
ANANDA tata cara sAlat Jumat yang ananda saksikan dan alami semuanya benar. Yang azan satu kali, menurut tata cara dimasa Rasulullah SAW. Ketika umat Islam sudah mulai berkembang banyak, maka Khalifah Usman bin Affan menambah satu azan untuk memberitahukan kepada ummat bahwa sebentar lagi salat Jumat akan dilaksanakan.

Apa yang dilakukan Khalifah Usman bin Affan tersebut sudah menjadi ijma' yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai landasan hukum Islam, dan sampai kini oleh sebagian ummat Islam azan pertama sebelum khatib Jumat di atas mimbar tersebut diaplikasikan seperti di Masjidil Harom, Masjid Nabawi dan lain-lain di dunia Islam, karena dengan demikian ada peluang untuk kaum muslimin melaksanakan salat qabliyah Jumat empat rakaat dengan dua kali salam menurut mazhab Syafi'i dan satu kali salam menurut mazhab Hanafi.

Melaksanakan salat Jumat dengan sempurna adab-adabnya dapat mengampuni dosa-dosa seorang mukmin yang dilakukan di antara dua Jumat, menurut Rasulullah SAW yang artinya: "Salat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dari Ramadan ke Ramadan dapat mengampuni dosa-dosa yang dilakukan di antara keduanya, selagi menjauhi dosa-dosa besar." (HR.Muslim).

Setelah selesai melaksanakan salat Jumat berjamaah sebelum berkata-kata dengan jamaah yang lain, maka baca Surah al-Faatihah tujuh kali dan surah Al-Ikhlas tujuh kali kemudian surah mu'azatain (Qul a'uuzubirobbil falaq-Qul a'uuzubirobbinnas) tujuh kali, maka dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang diampuni. Lalu membaca do'a ini: ALLAHUMMA YAA GHONIYU YAA HAMIIDU YAA MUBDI'U YAA MU'IIDU YAA ROHIIMU YAA WADUUDU AGHNINII BI HALAALIKA 'AN HAROOMIKA WA BI THOO'ATIKA 'AN MA'SHIYATIKA WA BI FADL LIKA 'AMMAN SIWAAKA.

Artinya: "Wahai Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Wahai yang Maha Memulai lagi Maha Mengembalikan. Wahai Yang Maha Penyayang lagi Maha Mencintai. Cukupkanlah saya dengan rezeki Engkau yang halal agar terhindar dari yang haram. Berikanlah Kemampuan kepada saya untuk menaati Engkau agar tidak terbersit untuk mendurhakai Engkau. Berikanlah anugerah Engkau kepada saya agar tidak berharap kepada yang selain Engkau."

Menurut Imam Ghazali di dalam Ihya Ulumuddin; "Barang siapa mendawamkan doa di atas Allah swt. menjadikan orang tersebut lebih kaya dari segala makhluk dan diberi rezeki dari yang tidak dikira-kira."

Rasulullah saw menyatakan dari riwayat At Tarmizi dari Ahmad dan Al Hakim, yang artinya; "Hendaklah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang apabila engkau baca, maka jika kamu ada hutang seperti bukit Tsabir sekalipun niscaya dibayar oleh Allah swt." (doa itu adalah); ALLAHUMMAK FINII BI HALAALIKA 'AN HAROOMIKA WA AGHNINII BI FADL LIKA 'AMMAN SIWAAKA(HR.At Tarmizy, Ahmad dan al-Hakim)

Artinya: "Wahai Allah cukupkanlah saya dengan rezeki Engkau yang halal agar terhindar dari yang haram, Dan kayakanlah saya dengan anugerah Engkau agar tidak berharap kepada yang selain Engkau."

Sebelum salat sunnat badiah Jumat ber-dzikirlah dan berdoa, karena setiap selesai sholat fardlu Rasulullah saw. menganjurkan ber-dzikir dan berdoa, karena doa sehabis salat fardlu akan dikabulkaan Allah SWT. Secara spesifik Rasulullah saw. mengajarkan dzikir khusus sesudah Maghrib dan Subuh, yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasai, yaitu; Artinya: "Barang siapa membaca "LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDUHU LAA SYARIEKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIER (Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan ini dan bagi-nya pula segala puji dan Dia adalah maha kuasa atas segala sesuatu), sepuluh kali, sebelum meninggalkan (tempat) shalat maghrib dan subuh, maka dia akan dipastikan mendapat sepuluh kebaikan, dihapuskannya sepuluh kejelekan dan pada hari itu dia akan selamat dari gangguan syetan" (HR. Ahmad dan Nasai).

Dan khusus sesudah Sholat Subuh, diriwayatkan oleh Tirmizi dan hadits ini hasan-shahih, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Artinya: "Barang siapa membaca ";LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDUHU LAA SYARIEKALAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYIE WAYUMIET, WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIER" sepuluh kali sesudah sholat subuh sedang dia masih duduk dan belum beromong-omong, maka Allah akan pastikan baginya sepuluh kebaikan, dihapuskannya sepuluh kejelekan, diangkat ke sepuluh derajat, pada hari itu dia akan terlindung dari setiap hal yang tidak disukai, terjaga dari gangguan syetan dan tidak satupun dosa yang ia jumpai pada hari itu selain dosa syirik kepada Allah (yang tertinggal)."(HR. Tirmizi).

Dan sesudah salat Maghrib hadits Hasan dari riwayat Tirmizi, dan Nasai dari 'Ammarah bin Syabieb dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Artinya: "Barang siapa membaca "LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYIE WAYUMIET WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIER" sepuluh kali, sesudah sholat maghrib, maka Allah akan mengutus Malaikat kepadanya untuk menjaganya dari gangguan syetan yang terkutuk, sehingga pagi, dan Ia akan pastikan baginya lantaran itu, sepuluh kebaikan, dan ia akan hapus daripadanya sepuluh kejelekannya yang merusak, dan dia sama dengan memerdekakan sepuluh hamba perempuan yang beriman. "(HR.Tirmizi, Nasai dari'Ammarah bin Syabieb)

Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa secara khusus dzikir sesudah salat Maghrib dan Subuh yang diajarkan oleh Rasulullah saw. adalah sebagai prisai dimana Allah swt. mengirim malaikat untuk menjaga hambaNya yang ber-dzikir dari gangguan syetan dari Maghrib sampai subuh dan dari subuh sampai Maghrib. Demikian jawaban atas pertanyaan ananda. ()

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.

Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved