Juara Nyanyi ini Ingin Masuk Idola Cilik
Siswa Kelas 6 SDIT Auladi SU2 Palembang ini mengaku tidak ada bakat keturunan dari keluarganya untuk bernyanyi.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berangkat dari prestasinya meraih juara 1 Lomba menyanyi di tingkat Kecamatan SU 2 Palembang, memotivasi Ahmad Arif Fatoni Denadi untuk bisa masuk kompetisi Idola Cilik.
"Kepengen sih ikut Idoa Cilik. Kalau boleh (diizinkan) sama mama dan papa, aku mau," ungkap Arif, seraya mempraktekkan kemampuannya dalam bernyanyi dengan membawakan lagu Andaikan Aku Punya Sayap, Jumat (21/10/2016).
Siswa Kelas 6 SDIT Auladi SU2 Palembang ini mengaku tidak ada bakat keturunan dari keluarganya untuk bernyanyi.
"Nggak ada mengalir darah penyanyi, hanya Arif memang hobi menyanyi. Sudah terbiasa mendengar kakak menyanyi atau setiap kali nyetel lagu. Diajari juga sama mama, papa dan Bunda Yani. Sejak kelas 4 aku memang senang menyanyi. Pas lagi mau belajar, nyanyi. Di mana saja kalau bisa," tutur anak kelahiran Palembang, 18 April 2005.
Bungsu dari 3 bersaudara buah kasih pasangan Eko Purwanto dan Elianti ini mengaku tidak menyangka dapat meraih juara 1 Lomba menyanyi Tingkat Kecamatan SU 2 Palembang.
"Waktu duduk di kelas 5 Tahun 2015 lalu sempat membawakan lagu Ya Saman dan Andaikan Aku Punya Sayap. Peserta lomba saat itu puluhan. Awalnya sempat gugup tapi selanjutnya percaya diri aja. Eh tahunya bisa menang," ujar bocah yang juga bercita-cita ingin jadi dokter ini.
Arif yang doyan makan ayam ini mengaku sempat mendapat wejangan dari orangtuanya untuk bisa menghasilkan suara yang bagus dalam bernyanyi.
"Kata papa kalau mau nyanyi jangan sering minum dingin, dan disarankan banyak minum yang asem seperti lemon. Teknik menyanyi juga harus tahu nada dan liriknya dulu, baru dihapalin lagunya. Pas tahu menang, senang rasanya karena bisa membuktikan kalau Arif juga memiliki prestasi yang bagus," katanya.
Namun, Arif menyadari saat ini dirinya telah duduk di kelas 6 dan harus menghadapi persiapan dan fokus UN dengan belajar sungguh-sungguh. Ia pun harus banyak mengurangi waktu bermainnya sembari belajar lebih giat lagi.
"Kalau belajar pas malam, habis maghrib sampai pukul 22.00. Kalau main dari habis ashar sampai 17.30. Alhamdulillah prestasi akademik di bidang IPA dengan nilai 92. Kalau secara keseluruhan masuk 5 besar," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ahmad-arif-fatoni-denadi_20161021_145101.jpg)