Jembatan Icon Ogan Ilir Dipenuhi Coretan

Ironisnya lagi, coretan di salah satu bagian badan jembatan tertulis kalimat-kalimat kotor yang sengaja dituliskan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Seorang warga menunjukkan salah satu sisi tiang jembatan yang dipenuhi coretan. Jembatan tersebut merupakan icon bumi Caram Seguguk yang berlokasi di Tanjung Senai, Inderalaya. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA -- Baru satu tahun lebih diresmikan, jembatan Tanjung Senai yang menjadi satu-satunya ikon Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter, sudah diwarnai dengan coretan-coretan di berbagai bagian badan jembatan, Selasa (23/8).

Ironisnya lagi, coretan di salah satu bagian badan jembatan tertulis kalimat-kalimat kotor yang sengaja dituliskan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Jembatan yang dibangun dari dana APBD milyaran rupiah itu, terkesan kurang fungsi pengawasan (controlling) oleh pemerintah setempat. Sehingga, menimbulkan aksi vandalisme dari oknum tak bertanggung jawab.

Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan menuju Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Ogan Ilir, Tanjung Senai, Inderalaya dari arah Inderalaya, yang hampir setiap hari dilalui baik oleh kepala daerah setempat, maupun para pejabat birokrasi dan pejabat eksekutif Kabupaten OI.

Menurut Herman (38), tokoh pemuda mengatakan, selain kurangnya fungsi pengawasan terhadap jembatan tersebut, juga mencerminkan rendahnya tingkat kesadaran warga masyarakat yang belum mempunyai rasa memiliki terhadap aset kota khususnya kepada pengunjung yang dengan sengaja melakukan aksi coretan di berbagai badan jembatan.

"Dan rendahnya etika kesantunan masyarakat pengunjung sehingga merusak landmark yang semestinya menjadi kebanggan bersama, milik bersama dan dirawat bersama, bukan untuk dirusak," ujar Herman, Selasa (23/8).

Ia berharap, kepada pihak terkait Pemda OI, agar membentuk tim monitoring yang berfungsi melakukan pengawasan terhadap aset milik daerah, salah satunya melakukan pengawasan terhadap jembatan Ikon bumi "Caram Seguguk" dengan harapan aksi demikian tidak terulang.

Seperti diketahui, sejak mulai dioperasionalkannya jembatan Tanjung Senai Inderalaya, jembatan ini menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Kayuagung yang hendak menuju ke arah Palembang dengan tidak melalui Jalintim Pasar Inderalaya yang semakin hari semakin padat.

Anggota DPRD OI, Hilmin SPd, menyayangkan perbuatan yang tidak bertanggung jawab ini karena ini merusak keindahan. "Jembatan adalah milik rakyat harusnya rakyat juga yang menjaganya, pun juga Sat Pol-PP harus melakukan pemantauan kerja intelijen agar ada upaya pencegahan dapat dilakukan," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved