Berita Muba

Polemik Tambang Pasir, Kades Bailangu Timur Muba Diserang Keponakan, 3 Orang Terluka

Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di lingkungan Kantor Desa Bailangu Timur, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Yandi Triansyah
dokumentasi Polisi
OLAH TKP - Petugas Polsek Sekayu saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kantor Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, pasca kejadian penganiayaan yang menyebabkan beberapa orang terluka, Kamis (8/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di lingkungan Kantor Desa Bailangu Timur, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
  • Sedikitnya tiga orang terluka akibat kejadian tersebut termasuk Kepala Desa Bailangu Timur
  • Kejadian itu diduga dipicu persoalan tambang pasir yang kembali beroperasi. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di lingkungan Kantor Desa Bailangu Timur, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang mengakibatkan Kepala Desa Herman Sawiran dan stafnya terluka, Kamis (8/1/2026) sore. 

Pelaku berinisial P, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, nekat melakukan aksi tersebut hingga menyebabkan keributan di dalam ruangan kerja kades.

Kapolsek Sekayu AKP Rama Yudha melalui Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaen, mengatakan, kejadian berawal saat P datang ke kantor desa mencari keberadaan kepala desa bernama Herman. 

Oleh staf P diberitahu bahwa kades berada di dalam ruangan. 

Tanpa basa basi P langsung masuk ke ruangan kades. 

Selang sesaat kemudian keributan terjadi. 

Kades Herman mengalami luka, sedangkan staf desa, Boby Apriansyah, yang berusaha melerai pertengkaran tersebut ikut mengalami luka. 

Sedangkan P juga mengalami luka. 

"Akibat kejadian itu, baik P, Herman Sawiran selaku kepala desa, maupun Boby Apriansyah mengalami luka pada beberapa bagian tubuh. Ketiganya langsung dievakuasi oleh perangkat desa dan warga ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Sekayu," kata dia, Jumat (9/1/2026).

Dari keterangan sementara, dugaan pemicu keributan berkaitan dengan kembali beroperasinya aktivitas galian C yang berada di bantaran Sungai Musi.

"Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor dan disebut menjadi sumber cekcok. Baik P maupun Herman Sawiran diketahui memiliki hubungan keluarga, yakni paman dan keponakan,"ujarnya.

Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Anggota sudah melakukan cek TKP dan memintai keterangan saksi-saksi. 

"Para korban maupun terduga pelaku saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekayu. Tim sudah melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi,"jelasnya

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved