Buya Menjawab

Mencukur Kumis dan Memelihara Janggut

Buya ada sekelompok teman-teman yang memelihara jenggot dan mencukur kumis, mereka menyatakan bahwa haram bagi laki-laki muslim yang tidak memelihara

Mencukur Kumis dan Memelihara Janggut
mensjourneyid.com
Bercukur. 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum.Wr.Wb.

Buya ada sekelompok teman-teman yang memelihara jenggot dan mencukur kumis, mereka menyatakan bahwa haram bagi laki-laki muslim yang tidak memelihara jenggot. Mohon penjelasan buya? Terimakasih. 0812 712xxxx

Berita Lainnya: Begini Cara Menghilangkan Kumis agar Terhindar dari Luka, Benjolan dan Ruam

BUYA MENJAWAB
Wassalamu'alaikum.Wr.wb.
Ada sebuah hadits riwayat Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda artinya: Cukurlah kumismu dan peliharalah janggutmu.

Menurut Abu Zahrah, perbuatan Nabi yang berkaitan dengan adat/tradisi bangsa Arab, seperti Nabi Muhammad Saw memelihara janggut segenggam tangan, masih diperselisihkan dikalangan ulama. Sebagian ulama menganggapnya termasuk sunnah yang baik ditiru/diikuti.

Alasannya Hadits di atas menunjukkan bahwa mencukur kumis dan memelihara janggut, bukan hanya adat bangsa Arab pada waktu itu saja, melainkan juga sebagai penjelasan hukum syariah. Sebagian ulama menganggapnya sebagai adat tradisi saja dengan alasan, bahwa perintah Nabi Muhammad Saw mencukur kumis dan memelihara janggut itu bukan perintah wajib (hal ini sudah ijma' ulama) dan perintah tersebut disertai illat-nya (motif hukumnya), ialah agar ummat Islam tidak sama/serupa dengan Yahudi, Kristen dan bangsa non Arab, yang suka memelihara kumis dan mencukur janggut (kebalikan dengan kebiasaan bangsa Arab pada waktu itu). Jelaslah, bahwa Nabi Muhammad Saw memelihara janggut itu bukan dimaksudkan sebagai pedoman hukum, tetapi semata-mata adat/tradisi. (Abu Zahrah,Ushul Fiqh, Cairo, Darul Fikar al-A'rabi, 1958, hlm.89-90).

Abu Zahrah cendrung menganggap perbuatan Nabi Muhammad Saw yang berkaitan dengan adat-istiadat bangsa Arab sebagai sesuatu adat, bukan sebagai sunnah Nabi yang harus atau baik diikuti.

Kesimpulannya ananda, apabila ada sekelompok ummat Islam yang memelihara janggut dan memotong kumis dipersilahkan saja, sebaliknya ada yang tidak memelihara janggut dan mencukur kumisnya dipersilahkan saja. Demikian jawaban buya. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.

Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved