Harus Rela Upacara di Lorong Kelas

Seperti yang terjadi di SD 10 Palembang Jl Sultan Mansyur Bukit Besar, para siswa menggelar upacara di lorong-lorong kelas.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Pelaksanaan upacara benera di SDN 10 Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski tergolong kota metropolis dan siap go internasional, pada kenyataannya, masih banyak bangunan sekolah-sekolah di Palembang tidak layak untuk dijadikan tempat belajar.

Bahkan lapangan upacara pun tak punya. Seperti yang terjadi di SD 10 Palembang Jl Sultan Mansyur Bukit Besar, para siswa menggelar upacara di lorong-lorong kelas.

Terlebih, saat jelang HUT RI ke- 71 mendatang, para siswa ini setiap hari harus latihan di lorong kelas yang hanya berukuran 2 meter ini. Namun para siswa ini tetap semangat menjalan upacara dan latihan untuk perayaan HUT RI mendatang.

Kepala SDN 10 Palembang, Sri Haslinawati, Senin (1/8) mengatakan, dalam menghadapi HUT Kemerdekaan nanti, diakuinya sudah menjadi agenda tahunan pergelaran di sekolah. Jadi seluruh keluarga baik guru hingga pelajar disini diajak untuk menggelar upacara.

"Walau tidak seperti di sekolah lain yang memiliki halaman sekolah, tapi di SDN 10 Palembang memanfaatnya lorong kelas sebagai tempat kegiatan, baik upacara, senam dan pergelaran selamatan doa," ujarnya.

Biasanya sebanyak 140 siswa rutin menggelar upacara setiap hari Senin digelar di halaman klenteng yang berdekatan dengan sekolah. Namun karena dianggap mengganggu leluhur yang diyakini penganutnya, pihak sekolah terpaksa menggunakan lorong kelas.

"Oleh karena itu semenjak dari sanalah, kita tidak meminjam halaman orang lain lagi, melainkan menggunakan lorong kelas sebagai tempat kegiatan upacara nanti," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd, mengatakan pihaknya akan segera menghimbau kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, wajib menggelar kegiatan upacara di sekolahnya masing-masing.

"Apalagi kegiatan upacara kemerdekaan ini hanya dilakukan setahun sekali, sangat keterlaluan andai sekolah tidak menggelar upacara di sekolah," katanya.

Widodo mengatakan, bagi sekolah yang tidak memiliki halaman, tentu kepala sekolah dan guru bisa memanfaatkan ruang kelas, atau memakai halaman disekitaran sekolah sebagai tempat upacara.

"Diakuinya, memang ada beberapa sekolah yang mengeluhkan karena tidak memiliki halaman, namun kita hanya bisa berharap pihak Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota, untuk segera menangani permasalahan di wilayahnya," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved