Buya Menjawab

Memulai Puasa Ramadan

Buya, kapan kita memulai puasa Ramadan? Tolong penjelasannya, mana yang lebih baik mengikuti pengumuman pemerintah atau mengikuti organisasi tertentu?

Editor: Bedjo
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum Wr Wb,

Buya, kapan kita memulai puasa Ramadan? Tolong penjelasannya, mana yang lebih baik mengikuti pengumuman pemerintah atau mengikuti organisasi tertentu? Terima kasih.

Berita Lainnya: Jelang Ramadan, Pedagang dan Pembeli Resah Kenaikan Harga

Wassalamu'alaikum Wr Wb,
Ananda, ada dua metoda dalam menentukan awal Ramadan; Ru'yatul hilal dan Hisab.

Aliran yang menggunakan hisab; dengan perhitungan dapat menentukan adanya hilal (keberadaan hilal) walaupun di bawah 2 derajat. Aliran hisab ini akan memulai puasa dengan keberadaan hilal walaupun posisi hilal di bawah 2 derajat. Sedangkan aliran Ru'yatul Hilal dilengkapi juga dengan hisab dan kesepakatannya hilal dapat diru'yat (dilihat) apabila 2 derajat atau lebih. Aliran ini Yang dijadikan acuan Pemerintah.

Landasan hukum Ru'yatul Hilal adalah Hadits Rasulullah Saw: Artinya: Dan dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah Saw bersabda, Berpuasalah kamu karena melihat Bulan dan berbukalah kamu (berhari raya) karena melihat Bulan. Maka apabila awan menutupi kalian, maka sempurnakan perhitungan bulan Syakban 30 hari.(HR Imam Bukhari)

Ananda, Pemerintah (Kementerian Agama) Republik Indonesia bertanggung jawab (dalam memulai berpuasa) kepada rakyatnya yang beragama Islam, sedangkan organisasi tertentu bertanggung jawab atas anggota organisasinya.

Seperti Kerajaan Saudi Arabiyah pernah keliru dalam menentukan Hari Raya ketika itu mereka (Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah) menetapkan Hari Raya hari Rabu, kemudian pada hari Jumat dikeluarkan maklumat Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah bahwa: Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah keliru dalam menentukan Hari Raya pada Hari Rabu, yang benar adalah hari Kamis (Pemerintah Indonesia pada tahun bersangkutan menentukan Hari Raya hari Kamis) dan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah mewajibkan Qadha satu hari terhadap ummat Islam di Saudi Arabiyah, serta Pemerintah Kerajaan Saudi Arabiyah membayar Kifarat atas kekeliruan mereka.

Mengenai mana yang baik diikuti, Allah SWT menyatakan: ATHII'ULLAHA WA ATHII'URRASUULA WA ULIL AMRI MINKUM. Artinya : Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan kepada Ulil Amri (Pemerintah) kamu.

Mudah-mudahan tahun ini permulaan berpuasa sama diantara dua aliran tersebut. Kita tunggu saja pengumuman dari Pemerintah (Kementerian Agama RI) Terima kasih.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved