Buya Menjawab

Tidak Ada Uang Lunasi Biaya Haji

Yang diwajibkan menunaikan ibadah haji adalah bagi hamba Allah yang Istitho'ah yaitu mampu melaksanakan ibadah haji...

Editor: Bedjo
ist
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum Wr Wb,

Ustaz, saya mau bertanya;
1. Saya ribut sama suami, suami saya sering ngomong; "kita cerai bae". Bagaimana hukumnya? Apa kita sudah cerai, katanya emosi tapi tidak ada niat katanya sekarang.

2. Saya sudah daftar haji, berangkat tahun ini, tapi saya belum punya uang untuk pelunasannya. Bagaimana ustaz anak-anak saya ada yang mau ke SMA, SMP dan TK, banyak perlu biaya Ustaz. Terimakasih.
08535714xxxx

Berita Lainnya: Biaya Haji Tahun Ini Lebih Murah dari Sebelumnya

Wa'alaikumsalam Wr Wb,
Suami ananda bilang, "KITO CERE (BERCERAI) BAE", itu masih dalam bentuk pertanyaan. Belum jatuh talak. Jika dia bilang "ENGKAU AKU
CERE (BERCERAI)". Maka jatuh talak.

Yang diwajibkan menunaikan ibadah haji adalah bagi hamba Allah yang Istitho'ah yaitu mampu melaksanakan ibadah haji ditinjau dari:

1. Jasmani, tidak terlalu tua, agar tidak sulit melakukan ibadah haji/umroh, tidak sakit lumpuh, tidak dalam keadaan sakit yang diperkirakan lama untuk sembuh.

2. Rohani, memahami manasik haji/umroh, berakal sehat dan memiliki kesiapan mental untuk ibadah haji/umroh dengan perjalanan yang jauh.

3. Ekonomi, mampu membayar biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), memiliki biaya hidup keluarga yang ditinggalkannya. Mengenai ananda yang sudah mendaftar dan diizinkan berangkat tahun ini. Sayang jika dibatalkan keberangkatannya, walaupun bisa untuk tahun berikutnya akan tetapi kita tidak bisa menjamin usia, apakah tahun depan kita masih sehat. Sebaiknya upayakan dengan menjual mobil yang mahal sisanya beli mobil yang sederhana. Insya Allah pulang dari haji akan bertambah luas rezekinya diganti oleh Allah Swt. Sedangkan, uang yang ada untuk biaya anak sekolah tetap diperuntukkan biaya anak sekolah. Jika meyakini jaminan Allah Swt bahwa membelanjakan harta di jalan Allah akan diganti Allah Swt 700 kali lipat. Dan ini sudah banyak terbukti. Keluarga kita yang menjual mobil mahalnya, setelah menyetor haji sisanya dibelikan mobil yang sederhana, belum berangkat sudah berganti dengan mobil yang setara dengan yang dijualnya.

Allah menyatakan di dalam surah Al-baqarah ayat 261 yang artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir (ranting), pada tiap-tiap bulir seeratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqrah: 261) Demikian jawaban pertanyaan ananda.

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.

Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved