Konsultasi Agama
Salat Gerhana Tanpa Khotbah
Kusuf (gerhana matahari) terjadi di siang hari sedangkan Khusuf (gerhana bulan) terjadi di malam hari, makanya menurut tuntunan berdasarkan hadist-had
SRIPOKU.COM, Assalamualaikum Wr Wb,
Buya salat gerhana matahari Rabu, 9 Maret lalu, ada yang bacaannya JAHAR (dikeraskan) apakah tidak menyalahi aturan yang dicontohkan Rasul Saw, dan ada yang menyelenggarakan salat gerhananya saja tidak meneruskannya dengan khutbah, apakah sah salatnya. Terimakasih buya.
0813353xxxx
Berita Lainnya: Urutan Salat Jumat tidak Sempurna
Wassalamu'alaikum Wr Wb,
Kusuf (gerhana matahari) terjadi di siang hari sedangkan Khusuf (gerhana bulan) terjadi di malam hari, makanya menurut tuntunan berdasarkan hadist-hadits dari Imam Bukhari dan Muslim, jika salat gerhana bulan, bacaan al-faatihah dan surahnya secara jahar (bersuara dikeraskan) sedangkan jika gerhana matahari menurut hadits riwayat at-Tirmizi bacaan surah Alfaatihah dan surah lainnya secara sirr (pelan).
Salat gerhana tersebut dua raka’at dan setiap rakaat dua kali baca Alfaatihah dan surah serta dua kali rukuk. Namun apabila terjadi lain umpamanya dalam salat gerhana matahari dijaharkan, tidaklah membatalkan salat tersebut, karena jahar ataupun sirr termasuk dalam kelompok sunnat hai'ah.
Salat gerhana matahari maupun gerhana bulan disunnahkan berjamaah dan diteruskan dengan dua khutbah (bukan satu khutbah). Apabila dilaksanakan tidak berjamaah tidak disunnahkan khutbah. Khutbah tersebut mengacu pada perbuatan yang dilakukan Rasulullah Saw ketika terjadi gerhana matahari pada masa beliau.
Disunnatkan berjamaah dalam salat gerhana dan diserukan: Ash Shalatu Jami'ah artinya Mari salat berjamaah. Sesudah melaksanakan salat dua rakaat, disunnatkan berkhutbah dua kali khutbah sebagaimana salat jumat. Sebagaimana Rasulullah Saw. berkhutbah:
Artinya: Rasulullah Saw berdiri lalu berkhutbah, lalu memuji Allah Ta'ala (Hingga Rasulullah Saw bersabda), Wahai ummat Muhammad! Apakah ada seseorang yang lebih mengetahui daripada Allah bahwasanya Allah melihat hambaNya atau amah (hamba perempuan)Nya melakukan zina? Hai Ummat Muhammad! Demi Allah, seandainya kamu sekalian mengetahui apa yang aku ketahui, tentu kamu sekalian akan menangis banyak dan tertawa sedikit. Ingatlah! Bahwasanya aku telah menyampaikan!.(HR.Muslim)
Dalam gerhana matahari yang pernah terjadi pada masa Rasulullah Saw beliau diperlihatkan pada surga: Rasulullah Saw menyatakan;" Sesungguhnya aku melihat--atau diperlihatkan kepadaku--surga, maka aku berupaya untuk meraih setangkai anggur darinya. Seandainya aku dapat memetiknya, niscaya kalian akan memakan sebagian darinya selama dunia masih ada. Aku melihat atau diperlihatkan kepadaku neraka, maka aku belum pernah melihat suatu pemandangan yang mengerikan seperti hari ini, dan aku melihat penghuninya kebanyakan kaum wanita." Mereka bertanya, "Mengapa wahai Rasulullah?" Beliau Saw. menjawab, "karena mereka kafir (ingkar)." Lalu ditanyakan, "Apakah mereka kafir terhadap Allah?" Nabi Saw menjawab, "Mereka kafir (ingkar) terhadap suami dan ingkar terhadap kebajikannya. Seandainya engkau (suami) berbuat baik kepada seseorang dari mereka (istri) sepanjang tahun, kemudian ia melihat sesuatu (yang tidak disukainya) pada dirimu, niscaya ia akan mengatakan, "Aku belum pernah melihat suatu kebaikan pun pada dirimu."
Di dalam khutbahnya imam mengingatkan jama’ah supaya memperbanyak sedekah dan mengendalikan diri supaya tidak terjebak dengan tipu daya syaithan dalam gaya kehidupan di dunia ini.
Bagi yang melaksanakan salat gerhana sendirian, tidak disunnatkan berkhutbah. Bacaan di dalam salat gerhana bulan dikeraskan (jahar) sedangkan pada gerhana matahari direndahkan (sirr). Begitu keterangan di dalam hadits at-Tirmidzi. Namun apabila dilaksanakan berjamaah imam sedikit mengeraskan bacaannya tidaklah membatalkan salat, karena sirr dan jahr termasuk dalam kelompok sunnat hai'ah.
Demikianlah tatacara salat gerhana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Ket:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/salat-gerhana-di-kampung-arab_20160309_064719.jpg)