Posdaya Berbasis Masjid Dinilai Lebih Efektif

Dengan KKN Tematik Posdaya, peserta KKN akan lebih bisa berbaur bersama masyarakat di desa yang menjadi lokasi kegiatan mereka.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/RAHMALYAH
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr H Aflatun Muchtar MA usai melakukan penandatangan MoU dengan Yayasan Dana Sejahtera dan Mandiri (Damandiri), yang dihadiri langsung ketua yayasan, Prof Dr Haryono Suyono (tengah kanan) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dari sekian banyak Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik posdaya yang sering diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, menurut Prof Dr Haryono Suyono, KKN Tematik posdaya berbasis masjid dinilai lebih efektif.

"Karena dengan KKN tematik posdaya berbasis masjid ini, hadirnya pengaruh dari pimpinan masjid dan santri-santrinya tidak sebatas di lingkungan masjid semata, tetapi juga menyebar ke luar lingkungan masjid. Masjid pun menjadi markas besar dari rangkaian kegiatan-kegiatan Posdaya. Sehingga mahasiswa yang ikut dalam kegiatan KKN akan lebih bisa berbaur bersama masyarakat di desa yang menjadi lokasi kegiatan posdaya," jelasnya.

Ditemui usai acara sosialisasi dan pembekalan KKN tematik posdaya berbasis masjid angkatan 66 tahun 2016, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (27/1) digedung akademic center UIN Raden Fatah, Haryono juga menjelaskan bahwa posdaya berbasis masjid ini sudah sejak lama diterapkan di Indonesia, misalnya saja, Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, lebih-lebih lagi di daerah Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Timur bahkan hingga ke NTB.

"Di Sumsel khususnya di Palembang, sudah banyak perguruan tinggi yang mengaplikasikan KKN tematik posdaya berbasis masjid, contohnya saja UIN Raden Fatah yang dalam waktu dekat akan melaksanakan KKN di Kabupaten Lahat. Diharapkan dengan tematik ini, mahasiswa dapat kembali menggaungkan semangat gotong royong, sehingga masyarakat tak hanya peduli dengan diri sendiri saja tapi juga peka akan lingkungan disekitarnya, misalnya warga miskin" jelas Bapak Posdaya Indonesia ini.

Masih dikatakan Haryono, hal ini perlu dilakukan mengingat orang-orang yang kurang mampu biasanya suka tersisih dan merasa enggan untuk dapat berbaur dengan masyarkat lainnya.

Maka dari itu, disinilah peranan mahasiswa KKN untuk dapat memberikan kontribusi berupa ajakan pada warga kurang mampu untuk ikut dalam pelatihan keterampilan yang dapat bermanfaat.

Selain itu, penerapan posdaya berbasis masjid ini dikatakan Haryono tak hanya untuk diterapkan di ruang lingkup desa atau warga miskin saja, namun juga efektif diaplikasikan dilingkungan penduduk yang berduit.

"posdaya berbasis masjid ini akan menjadi dasar terbentuknya pemetaan bagi warga miskin, sehingga bagi mereka orang kaya dapat mengetahui ternyata disekitarnya juga ada warga tak mampu," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kegiatan KKN tematik posdaya berbasis masjid angkatan 66 tahun 2016 ini, sebanyak 1878 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang akan terjun ke 15 kecamatan yang ada di Kabupaten lahat.

KKN ini diikuti enam fakultas yang ada di UIN Raden fatah, seperti Fakultas Tarbiyah, Ekonomi dan Bisnis Islam, Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dakwah dan Komunikasi, Adab dan Humaniora, dan Syari'ah. Dimana mahasiswa-mahasiswi juga akan didampingi 78 DPL, dan diselenggarakan selama 45 hari, mulai 2 Februari hingga 17 Maret.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr H Aflatun Muchtar MA juga melakukan penandatangan MoU dengan Yayasan Dana Sejahtera dan Mandiri (Damandiri), yang dihadiri langsung ketua yayasan, Haryono Suyono.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved