Rektor UIN RF Dipilih Langsung Kemenag

rektor UIN RF sendiri sudah mengundang para anggota senat dan menjelaskan secara resmi bahwa senat yang lama dinyatakan demisioner.

Penulis: Yuliani | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berbeda dengan mekanisme pemilihan rektor (pilrek) yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain, Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang telah melakukan demisioner terhadap 25 anggota senat yang sebelumnya PTN tersebut masih berbentuk Institut (IAIN).

Hal ini dilakukan karena Kemenag akan menunjuk langsung rektor UIN tanpa digelarnya Pilreg terlebih dahulu.

Wakil Rektor I UIN RF Palembang, Prof Drs H Sirozi MA PhD mengatakan, hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Agama RI nomor 68 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor dan ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggrakan oleh pemerintah.

"Pengangkatan rektor/ketua dilakukan karena adanya perubahan bentuk PTKN. Selain itu masa jabatan rektor juga akan berakhir, dan rektor UIN yang sekarang akan berakhir pada 30 Desember nanti," ujarnya, Senin (7/11/2015).

Karena sudah ada statuta yang baru dan tertulis dari Dirjen itulah, pihaknya melakukan pemilihan ulang anggota senat pada Kamis, 3 Desember lalu.

Sirozi menambahkan, rektor UIN RF sendiri sudah mengundang para anggota senat dan menjelaskan secara resmi bahwa senat yang lama (ketika masih IAIN-red) dinyatakan demisioner.

"Artinya belum bubar, tapi sudah tidak efektif lagi. Dan di hari yang sama juga sudah mengirim surat ke seluruh dekan untuk segera memilih anggota senat khususnya wakil dosen yang baru," ungkapnya.

Pihaknya pun memberi deadline untuk segera mengumpulkan nama anggota senat baru pewakilan dosen pada tanggal 11 nanti. Jadi dipastikan tanggal 11 anggota senat yang baru perwakilan dosen dari fakultas sudah lengkap.

Selanjutnya akan di-SK-kan dan langsung mengadakan sidang senat. "Kalau pejabat dan guru besar otomatis menjadi anggota senat. Rinciannya seluruh wakil dosen 6 di Fakultas ada 12 orang. Ditambah guru besar ada 10, belum lagi ada yang rangkap sebagai pejabat di rektorat 4, 1 Direktur PPs, dan Dekan 6. Total bakal ada 25 anggota senat kalau terisi semua," jelasnya.

Ia melanjutkan, secara resmi saat ini belum ada calon rektor, karena ada panitia yang akan dibentuk pasca sidang senat. Selain itu, calon juga akan ditetapkan dari pusat, dan dari UIN hanya mengirimkan bakal calon sebanyak-banyaknya yang sesuai prosedur.

"Dari pusat akan membentuk tim seleksi dan memilih 3 calon. Ketiga inilah yang akan dites dilihat profilnya, setelah itu menteri itu akan langsung memilih. Itulah bedanya kita dengan pilrek PTN lain," terangnya.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pusat terkait cara senat menentukan siapa calon yang akan dikirim. Hingga saat ini pihaknya belum menerima juknis.

"Kita harap akhir Desember ini sudah jelas juknisnya. Karena kemungkinan UIN RF yang pertama kali akan menggunakan sistem terbaru tersebut," ujarnya.

Mepetnya waktu ini dengan alasan karena rektor UIN RF sekarang berstatus PGS (Pengganti sementara-red) dan berlaku hingga 30 Desember 2015 nanti. Jika belum ada, maka harus ada Plt (Pelaksana Tugas-red) yang bakal mengisi kekosongan kursi rektor tersebut.

"Soal penunjukan Plt itu kewenangan menteri, bisa pejabat pusat atau dari sini yang ditunjuk. kita harap cepat turun juknisnya, karena UIN RF sendiri banyak agenda dan jelas butuh rektor," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved