Tujuh Peringkat Nafsu dalam Islam
Al-Imam Al-Ghazali mengibaratkan nafsu itu sebagai anjing, yang bila dilatih dia akan dapat menjadi baik.
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
Tempatnya di alam yang samar, mengarah kira-kira dua jari ke tengah dada. Tabiatnya bagus budi pekerti, bersih dari segala dosa, senang mengajak dan memberi nasihat kepada semua makhluk.
· Nafsu Kamilah
Tempatnya di alam yang samar di tengah dada. Mengarah di kedalaman dada yang paling dalam. Tabiatnya: ilmu yakin, ainul yakin dan haqqul yakin.
JIKA kita cermati, titik-titik di tujuh peringkat nafsu boleh jadi sama dengan titik-titik lathaif, yakni pintu energi sejenis chakra yang dikembangkan dalam salah satu tarekatdi Islam.
Tujuh titik (posisi) lathaif, pabila kita bersihkan dengan zikrullah, kita akan mendapat salah satu rahasia Allah di setap lathaifnya. Melalui proses latihan yang rutin dan bertahasera dalam ridha-Nya, maka ketujuh lathaif ini akan hidup.
Ketujuh lathaif itu sebagai berikut:
a. Lathaiful Nafsun Natiqah (di antara dua kening)
b. Lathifatul Akhfa (di tengah-tengah dada)
c. Lathiatul Khafi (dua jari di atas putting kanan agak condong dada)
d. Lathifatul Ruh (dua jari di bawah puting kanan agak condong ke kanan)
e. Lathifatul Sir (dua jari di atas puting kiri agak condong dada)
f. Lathifatul Qalbi (dua jari di bawah puting kri agak condong ke kiri)
g. Latifatul Kullu Jasad (dua jari di atas perut), memiliki otoritas di seluruh tubuh (chakra, dzarah kundalini, dzarah rahasia dan lain sebagainya).
(Sumber : Misteri Edisi 543/2012)