Tujuh Peringkat Nafsu dalam Islam
Al-Imam Al-Ghazali mengibaratkan nafsu itu sebagai anjing, yang bila dilatih dia akan dapat menjadi baik.
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
Dari segi ilmu, mereka sudah memperoleh ilmu semua peringkat sebelum ini yaitu nur, tajalli, sir, sirussir dan dengan cara tawasul.
G. Nafsu Kamilah
Nafsu Kamilah adalah jiwa yang sempurna. Inilah tingkatan tertinggi dari nafsu dan membawa manusia pada tingkatan tertinggi melampaui para malaikat Allah. Inilah jiwa para Nabi dan Rasul Allah. Jiwa ini tidak lagi mengenal dirinya karena sesuatu yang diadakan (maujud) akan kembali kepada yang mengadakan (wujud) sehingga jiwa ini adalah cermin dari yang Maha Wujud. Inilah jiwa para Rasul atau utusan yang merubah akhlak manusia menuju akhlak yang diridhai Allah SWT. Jiwa ini telah mencapai tingkatan baqo atau kekal akan hadirat Allah dalam mensifati diri dan perbutannya.
UNTUK meraih nafsu dari level/tingkatan yang paing bawah hingga level di atasnya dibutuhkan waktu bertahun-tahun, hingga Allah SWT yakin dengan usahanya. Dalam kitab Qotrul Ghaist disebutkan titik-titik nafsu pada tubuh manusia.
· Nafsu Ammarah
Letaknya di bagian dada agak sebelah kiri. Tabiatnya senang berlebih-lebihan, royal, hura-hura, serakah, dengki, dendam, iri, membenci orang, tidak tahu kewajiban, sombong, tinggi hati, senang menuruti syahwat, suka marah-marah dan akhirnya gelap tidak mengetahui Tuhannya.
· Nafu Lawwamah
Letaknya di dalam hati sanubari di bawah susu yang kiri kira-kira dua jari. Tabiatnya acuh, senang memuji diri, pamer, senang mencari aibnya oran lain, senang menganiaya, berdusta, pura-pura tidak tahu kewajiban.
· Nafsu Mulhimah
Tempatnya kira-kira dua jari kea rah susu yang kanan dari tengah dada. Tabiatnya suka memberi, sederhana, menerima apa adanya, belas kasih, lemah lembut, merendahkan diri, tobat, sabar dan tahan menghadapi kesulitan serta siap menanggung betapa berat dan lelahnya melaksanakan kewajiban.
· Nafsu Muthmainnah
Letaknya di dalam rasa kira-kira dua jari kea rah susu kiri dari tengah-tengah dada. Tabiatnya senang bersedekah, tawakkal, senang ibadah, senang bersyukur kepada Tuhan, ridha kepada hukum ketentuan Allah dan takut kepada-Nya.
· Nafsu Radhiyah
Tempatnya di dalam hati nurani dan di seluruh jasad. Tabiatnya pribadi yang mulia. zuhud, ikhlas, wara, riyadhah dan menepati janji.
· Nafsu Mardhiyah