Pilkada Musirawas

Prof Amzulian Rifai Terharu Saat Jadi Moderator Debat Kandidat

"Saya terharu acara ini bisa berjalan lancar. Katanya Musirawas ini agak panas, ternyata tidak, alhamdulillah," katanya.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Prof Amzulian Rifai saat menjadi moderator debat publik di KPU musirawas, Senin (16/11/2015). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Prof Amzulian Rifai tak mampu menutupi rasa harunya. Suaranya terbata-bata. Sedu sedan naik di tenggorkannya sehingga suaranya pun terdengar bergetar, saat ia menutup acara debat publik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang digelar di KPU Musirawas Jalinsum KM 24 Kecamatan Muarabeliti, Senin (16/11/2015).

Prof Amzulian Rifai ditunjuk sebagai moderator pada acara debat publik tersebut.

"Sebagai moderator dan putra Musirawas, saya bangga hari ini. Karena putra Musirawas ada tiga calon. Saya terharu acara ini berlangsung dengan tertib. Saya terima kasih, kepada media. Saya mohon maaf jika kaku dan ada kesalahan selaku moderator dan maaf jika ada yang kurang berkenan," ucapnya dengan terbata saat penutupan acara debat publik.

Diwawancarai Sripoku.com usai memandu acara debat publik, ia mengaku terharu karena ia lahir dan dibesarkan sampai menempuh pendidikan setingkat SMA di Musirawas.

"Itu ada perkembangan yang luar biasa menurut saya. Saya terharu acara ini bisa berjalan lancar. Katanya Musirawas ini agak panas, ternyata tidak, alhamdulillah," katanya.

Kalau persoalan kualitas dan kapasitas, katanya, itu publik yang menilai. Pihaknya hanya mengantarkan kepada publik.

Dan debat tidak ada artinya tanpa diliput media. Sebab, tanpa ada media, perdebatan itu hanya di lingkungan lokasi debat saja.

"Tanpa dukugan media, debat publik serupa ini akan sia-sia, toh yang hadir pendukung paslon, mereka teriak sendiri, pemilih tidak tau," katanya.

Selaku putra Musirawas, ia berharap kepada pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, jangan hanya membacakan visi dan misi yang bagus. Diharapkan paslon tidak hanya bisa ngomong saja dalam debat tersebut, tapi direalisasikan setelah terpilih.

"Mereka adalah putra daerah Musirawas. Dulu kita ingin betul kepala daerah ini adalah putra daerah, sekarang kesempatan ada dan bisa kita diraih. Kita harapkan mereka jangan hanya bisa ngomong yang bagus-bagus saja, kemudiaan setelah jadi mereka lupa. Toh yang akan jadi diantara mereka bertiga ini," katanya.

Sementara itu, debat kandidat yang digelar KPU Musirawas Senin (16/11/2015) merupakan debat kandidat yang kedua. Temanya memajukan daerah dan mensejahterahkan masyarakat.

"Kita hanya memfasilitasi saja, salah satu kampanye yang difasilitasi KPU adalah debat publik ini. Jadi paslon diharapkan bisa memanfaatkan acara ini sebaik mungkin, untuk memaparkan visi misinya. Debat publik ini tidak ada penilaian, baik dari moderator maupun panelis. Dalam debat ini masyarakatlah yang menilai," ujar Dasril ismail Divisi Sosialisasi KPU Musirawas, Senin (16/11/2015).

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved