Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Seorang Mahasiswa Ditemukan Tewas Membusuk

Sobar yang diketahui merupakan warga asal Musi Banyuasin (Muba) itu, diduga sudah tewas selama tiga hari.

Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Petugas tengah mengevakuasi korban ke Istalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang. Sobar ditemukan di tempat kosnya setelah tiga hari tak keluar rumah. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Selain ditemukannya sesosok mayat berjenis kelamin perempuan tanpa identitas di dalam selokan Jalan Baru Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, penemuan sesosok mayat juga terjadi di sebuah kos Jalan Kamboja RT 21 Kelurahan 20 Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Sabtu (12/9/2015) sekitar pukul 14.00.

Namun kali ini identitas korban diketahui bernama Sobar Agtri Partugi (23). Korban yang diketahui merupakan seorang mahasiswa semester akhir di Universitas PGRI Palembang itu, diduga merupakan korban perampokan disertai pembunuhan.

Pasalnya, selain kehilangan sepeda motor Yahama V-Ixion miliknya, tampak pada leher korban juga ditemukan luka gorokan dan di telapak tangannya juga ditemukan luka.

Sobar yang diketahui merupakan warga asal Musi Banyuasin (Muba) itu, diduga sudah tewas selama tiga hari.

Bahkan, lantaran kondisinya yang sudah memprihatinkan, wajah korban sudah susah untuk dikenali.

Sobar Agtri Partugi

Sobar Agtri Partugi (23). (IST)

Korban pertama kali ditemukan pemilik kos, Eli (45) dan tetangga kosnnya, Adiyanto alias Adi (34) yang curiga tidak melihat korban beberapa hari. Terlebih ketika datang ke kosan korban, kondisi pintu dalam keadaan terkunci serta ponsel sudah tidak aktif.

"Saya itu curiga ditelpon ponselnya tidak aktif dan ketika lewat di depan pintu kosnya tercium bau busuk. Makanya didobrak itu dan tahunya ada yang meninggal di ruang depan," jelasnya.

Melihat hal itu, dikatakan Eli, sontak penghuni kos yang lain kaget. Bahkan, meraka awalnya sempat ragu-ragu untuk memastikan korban merupakan Sobar atau bukan. Karena memang, ketika ditemukan kondisi tubuh korban sudah sulit dikenali lagi. Kondisi di dalam kosan korban juga berantakan dan banyak darah di sekelilingnya.

"Baru dapat dipastikan jika mayat itu Sobar, setelah pacarnya, Ambar datang dan melihat langsung. Ambar, mengenali korban dari baju yang dikenakan ketika terakhir bersamanya," jelasnya.

Usai dilakukan olah tempat kejadian, Polsekta IT I dan Tim Identifikasi Polresta Palembang yang datang langsung memasang garis. Sedangkan jenazah korban dibawa ke Instalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang untuk dilakukan visum.

Kakak pertama korban, Mubarok (38) ketika ditemui di lokasi kejadian menuturkan, ia mendapat kabar dari telepon adiknya yang ada di Sekayu. Jika adik bungsunya tersebut sedang ada masalah. Setelah mendapat telepon, ia memutuskan untuk mendatangi kosan adiknya.

"Ke Palembang rencananya mau membeli bibit karet tetapi malah dapat kabar dari adik untuk lihat Sobar. Tahu-tahunya saat tiba malah seperti ini. Tapi aku masih belum pasti itu Sobar atau bukan, kalau ciri-ciri khusus ada bekas bakaran di pundak kanan atau kiri. Tetapi tidak bisa dilihat lagi, makanya aku belum bisa memastikan," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsekta IT I Palembang AKP Zulkarnain didampingi Kanit Reskrim, Ipda Alkap menuturkan, korban merupakan mahasiswa jurusan Sendratasi Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI. Terlihat dari buku- buku dan laporan-laporan yang ada di kamarnya. Namun untuk pastinya, pihaknya masih akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut apakah itu Sobar atau bukan.

"Kami belum bisa memastikan motif tewasnya korban apakah ini murni pembunuhan atau pembunuhan disertai perampokan. Tetapi motor korban hilang, sedangkan untuk laptop dan barang lainnya sudah kami amankan," ujarnya.

Dari keterangan saksi- saksi dan ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban, dikatakan Zulkarnain, kuat dugaan jika korban Sobar. Terlebih keterangan dari pacar korban yang teerakhir bertemu dan mengenali korban dari baju yang dikenakannya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved