Para Ibu Rebutan Bangku untuk Anaknya
Dalam hitungan detik beberapa saat setelah pagar dibuka, para orangtua yang didominasi ibu-ibu ini segera menyerbu ruang kelas.
Penulis: Yuliani | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM -- Waktu masih menunjukkan pukul 05.30 WIB. Namun Soimah dan putranya, Imam sudah siap untuk pergi ke sekolah.
Sembari memanaskan motor, ibu tiga anak ini juga sibuk memasukkan bekal dan botol minuman ke dalam tas.
Tak lupa anaknya pun dengan semangat memakai kaus kaki dan sepatu baru, tak sabar lagi ingin pergi sekolah.
Usai bersiap, Imam yang duduk diboncengan ibunya segera menuju ke SDN 57 Palembang yang terletak di Jln Bambang Utoyo.
Rupanya Soimah tidak sendirian, di hari yang masih gelap itu pun orangtua lain juga sudah mengantri di depan pagar sekolah.
Meskipun gerbang sekolah belum dibuka, namun mereka dengan setia menanti sang penjaga sekolah untuk membuka gembok pagar.
Dan benar saja, dalam hitungan detik beberapa saat setelah pagar dibuka, para orangtua yang didominasi ibu-ibu ini segera menyerbu ruang kelas.
Ibarat mendapatkan barang mewah, dengan semangat membara mereka langsung menduduki bangku yang diinginkan.
Tak peduli anak mereka ada di mana, bahkan ada yang sambil menyeret tangan anaknya, mereka berlomba untuk mendapatkan posisi duduk yang diinginkan.
Celoteh kepuasan bergema bagi mereka yang berhasil mendapatkan bangku di barisan paling depan. Sebaliknya, bagi mereka yang kurang gesit hanya mendapat deretan bangku belakang.
“Saya ingin anak saya duduk di depan, biar bisa merhatiin guru dan dapat nilai bagus,” ungkap Sri, yang juga bersemangat rebutan bangku.
Alhasil anaknya duduk paling depan persis menghadap papan tulis.
Tak ingin kalah melihat perjuangan ibu mereka yang rebutan bangku, anak-anak yang mengenakan seragam dan tas baru tersebut langsung duduk rapi di bangku pilihan orangtuanya.
Takut digeser orang lain. Tangan mereka terlipat rapi, seolah siap menerima pelajaran padahal belum waktunya.
Sambil sesekali matanya melirik sang ibu, berharap tidak ditinggal pulang oleh ibunya. Hiruk pikuk tersebut baru mereda saat seorang guru masuk kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/siap-rebutan_20150727_174924.jpg)