Nilai Matematika Terendah

Untuk ujian tahun ini, nilai mata pelajaran matematika lebih rendah dibandingkan dua mata pelajaran lainnya yang diujikan.

Penulis: Yuliani | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pengumuman Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN) tingkat SD sederajat yang dilaksanakan besok, Sabtu (21/6/2014) akan diumumkan serentak di seluruh sekolah.

Untuk ujian tahun ini, nilai mata pelajaran matematika lebih rendah dibandingkan dua mata pelajaran lainnya yang diujikan dalam UAS-BN SD di Sumsel kali ini. Pelajar SD/MI di Sumsel hanya mampu meraih nilai matematika dengan rata-rata 6,52.

Seketaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Bony Syafrian mengatakan, keputusan untuk menentukan tingkat kelulusan pada jenjang pendidikan SD sederajat merupakan kebijakan dari sekolah masing-masing, sehingga Disdik hanya akan mengeluarkan pengumuman nilai yang mampu diraih oleh seluruh peserta UN.

“Disdik mengeluarkan nilai saja, tidak menentukan tingkat kelulusan. Untuk nilai sendiri dari tiga mata pelajaran yang diujikan, matematika menjadi mata pelajaran dengan nilai rata-rata yang paling rendah" jelasnya.

Berdasarkan hasil penilaian, secara rata-rata, mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki nilai 7,36. IPA dengan nilai 7,25. Sementara matematika hanya 6,52. Namun pada ketiga nilai tersebut, terdapat peserta UN tingkat SD sederajat yang mampu meraih nilai 10. Meski terdapat peserta yang mampu meraih nilai tertinggi, namun khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 28 siswa yang mendapatkan nilai terendah. Untuk nilai matematika ada lima orang dan nilai IPA sebanyak empat orang.

“Penyebab nilai terendah ini biasanya karena tidak mengikuti UN, atau mengikuti nilai UN susulan yang mana proses penilaian belum dilakukan keseluruhan,” ungkapnya.

Bonny melanjutkan, untuk penentuan kelulusan yang menjadi wewenang dari pihak sekolah dilakukan,dengan komposisi nilai 35 persen nilai ujian sekolah dan 75 persen nilai raport. Sedangkan dari ujian yang diselenggarakan terdapat komposisi pengujian soal 25 persen dari pusat dan 75 persen dari Disdik Provinsi Sumsel.

“Saya yakin untuk SD bisa lulus semua. Karena komposisi nilai kelulusan tidak seberat untuk pendidikan lanjutan,” jelasnya.

Berdasarkan data kelulusan, diketahui jika kota Prabumulih mampu meraih nilai UN tertinggi. Kabupaten tersebut mampu meraih nilai ujian untuk tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Untuk tingkat SD/MI, Prabumulih memiliki nilai bahasa Indonesia dengan rata-rata 8,34,matematika 7,99 dan IPA 8,59.

“Nilai rata-rata ini, merupakan gambaran umum saja kemampuan pencapaian nilai secara rata-rata oleh seluruh peserta,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi tingkat kelulusan SD, Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo, MPd mengatakan jika selain tingkat kelulusan yang menjadi perhatian, dibutuhkan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan pada sekolah yang lebih tinggi sesuai dengan program wajib belajar.

“Selain nilainya yang bagus, jaminan untuk dapat terus sekolah menjadi penting. Anak lulusan SD hendaknya bisa tertampung di SMP. Soal nilai pada UN SD/MI, tidak mempengaruhi penuh kelulusan,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved