Pembakar Lahan Kocar-kacir Saat Water Boombing

Tidak hanya lahan terbakar dipadamkan, tetapi juga para pembakar lahan ikut dihujani dengan air sehingga pelaku kocar-kacir.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Helikopter Rusia Mi-8 yang terbang di kawasan Sebokor, Banyuasin, Minggu (15/6) pukul 15.00 memergoki beberapa orang pembakar lahan. Kontan saja, helikopter yang diterbangkan Valeriy Savluk, dengan tim pengarah dari Dinas kehutanan Sumsel langsung mengambil air di Danau Jakabaring Sport City (JSC) sebanyak 4.500 liter. Heli langsung melakukan water boombing (pengeboman dengan air). Tidak hanya lahan terbakar dipadamkan, tetapi juga para pembakar lahan ikut dihujani dengan air sehingga pelaku kocar-kacir.

Pantauan Sripo, sebelum dilakukan penerbangan, tim yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Dinas Kehutanan dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pertemuan dan membahas kondisi cuaca, termasuk jarak padang (feasibility) di Markas BPBD Sumsel. Begitu mendengar penjelasan BMKG yang disampaikan Agus Santoso, tim sepakat melakukan terbang, terlebih lagi jarak pandang mencapai 900 meter.

Pukul 14.30, penerbangan dari Base Ops Lanud Talangbetutu mulai dilakukan dengan lebih dahulu memonitor di kawasan Indralaya, yang kemudian dilanjutkan di kawasan Sebokor, Banyuasin. Di wilayah Sebokor tim menemukan titik api (hotspot) dengan luasan lahan terbakar cukup luas.

Tanpa menunda lagi, pilot Helikopter Rusia Valeriy Savluk langsung melakukan manuver ke arah Danau Venues Jet Ski di Jakabaring Sport City (JSC), yang hanya ditempuh dalam waktu 7 menit. Dengan sekali menurunkan kapsul air, 4.500 liter air berhasil diangkut dan diarahkan ke area lahan yang terbakar di Sebokor. Pertama kali air dijatuhkan (water boombing) pada lahan yang terbakar, dan dilanjutkan penyiraman kedua.

Namun saat akan dilakukan penyiraman ketiga, Helikopter Rusia dan Tim Dinas Kehutanan melihat 4-5 orang warga yang berada di sekitar lahan yang terbakar. Diduga orang-orang tersebut merupakan warga yang sengaja membakar hutan untuk lahan pertanian.

Untuk menimbulkan efek jera bagi pembakar lahan, sesuai arahan Kepala UPDT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (PKLH) Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel, Achmad Taufik langsung mengarahkan water boombing kepada warga tersebut sehingga mereka dihujani air sehingga mereka bergegas kabur meninggalkan lokasi.

Saat helikopter mengambil air di Jakabaring dan kembali ke lokasi, Tim Pemantau tidak lagi menemukan warga dan pemadaman api kembali dilakukan ditempat tersebut. Dengan empat kali penyiraman, api berhasil dipadamkan. Selanjutnya helikopter kembali ke Pangkalan TNI AU Talangbetutu pukul 17.00.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (PKLH) Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel, Achmad Taufik mengatakan, "Pelaku pembakar hutan sengaja kita hujani agar mereka jera dan tidak lagi melakukan pembakaran. Selain itu, helikopter terbang disejumlah titik bertujuan menakuti pelaku sehingga mereka tidak berani melakukan pembakaran," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved